RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pedagang Pasar Klithikan Sidomukti Kota Magelang diuntungkan dengan tren motor klasik nan antik.
Pecinta motor model lawas itu kerap berburu onderdil atau suku cadang motor tahun 90-an di pasar ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, pedagang di pasar klithikan ini sudah sibuk menata jualannya di pagi hari.
Klaim mereka, ada barang-barang baru, tapi lebih banyak yang kondisinya second.
Beragam perlengkapan motor bekas mudah dijumpai di pasar ini.
Mulai dari mesin motor, bodi motor, pelek, setang, helm, sampai aksesoris motor.
Hanya butuh ketelatenan, jika ingin mencari barang tertentu.
Harus pindah dari lapak satu ke yang lainnya.
Harapan tinggi diungkapkan pedagang klithikan, Pajiwaluyo.
Penjual spesialis bodi motor bekas ini yakin tren modifikasi motor bernuansa klasik bertahan di sepanjang 2024.
Ia perkirakan, permintaan konsumen akan terus naik.
"Bulan-bulan kemarin, terhitung 3 bulan sampai sekarang. Penjualan baik. Setiap hari ada 5 sampai 8 orang pembeli," ungkapnya, Senin (1/7/2024).
Jika lapaknya ramai, ia bisa membawa pulang uang Rp 1 jutaan.
Itu adalah omzet.
Tak merinci berapa keuntungannya.
Tapi masih cukup untuk membuat dapurnya ngebul.
"Konsumen saya itu sudah langganan semua, jadi tidak memakai promosi ke luar," tambah Waluyo—sapaan akrabnya.
Pedagang mesin dan perlengkapan bagian dalam motor, Heriyanto, merasakan hal sama. Pasarnya ramai.
Ia kebanjiran pesanan.
Omzet penjualannya bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari.
"Kebetulan, kalau di saya, pelanggannya pemilik bengkel. Mereka juga membeli mesin dan printilan motor tua," ungkap Heri.
Ia pun melihat adanya pergeseran tren dari tahun ini dengan tahun 2021.
"Kalau tahun-tahun lalu, yang banyak dicari itu motor matic, kali ini motor antik," tambahnya.
Ia pun senang banyak masyarakat yang percaya pada para penjual di Pasar Sidomukti I.
Jika dibandingkan dengan membeli perlengkapan motor di pasar online.
"Bersyukur, meski ada persaingan dengan yang online, masyarakat masih banyak yang kemari untuk mencari bagian motor," katanya.
Tren itu dibenarkan seorang pembeli, Duta Fredi Enersian.
Pasar Sidomukti jadi surga bagi pecinta motor klasik Pria 42 tahun itu mengaku lebih nyaman belanja di pasar.
Ia mantap ketika bertemu penjualnya dan melihat kondisi barangnya.
Jika cocok, langsung angkut.
"Bisa pilih-pilih dan nawar harga sesuai dengan kondisi barang yang saya inginkan," ujarnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto