RADARMAGELANG.ID, Magelang – Setiap awal bulan Juli, Komunitas Kota Toea Magelang selalu melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kompleks Makam Kerkhof di Jalan Ikhlas, Kelurahan Magersari, Kota Magelang.
Kegiatan tersebut untuk menyambut peringatan hari lahir seorang tokoh kemanusiaan asal Belanda, Johannes Van Der Steur yang jatuh pada 10 Juli mendatang.
Nama Van Der Steur hingga kini masih melekat kuat di ingatan masyarakat.
Selain Van Der Steur, ada puluhan makam lain, seperti istri Van Der Steur hingga anak asuhnya.
Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang Bagus Priyana mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini memang sudah rutin dilakukan setiap bulan Juli.
Ia mengaku, dulunya, kompleks Makam Kerkhof tersebut sangat tidak terawat dengan rumput ilalang yang menjulang tinggi.
Bagus menceritakan, ada keluarga dari Van Der Steur yang mengirim pesan lewat Facebook untuk merawat makam tersebut.
Dia pun menyanggupinya.
Tahun pertama, kata dia, bisa dikatakan berat karena proses pembersihan kompleks makam itu belum menampakkan hasil yang signifikan.
Lantas, tahun kedua maupun ketiga, sudah mulai bersih.
“Sejak 2018, kami membersihkan kompleks makam. Tepatnya menjelang 10 Juli,” terangnya, Senin (1/7/2024).
Menurutnya, bebersih makam ini memang menjadi agenda rutin Komunitas Kota Toea Magelang sebagai bagian dari rangkaian Festival Johannes Van Der Steur.
Ada sejumlah kegiatan yang dilakulan, mulai dari pameran foto dan arsip, bedah sejarah, hingga jelajah kota.
“Kami bukan orang yang terlalu mengagungkan Belanda. Tapi, nilai-nilai luhur di balik cerita sejarah dari tokoh kemanusiaan Johannes Van Der Steur karena pesannya relevan sepanjang masa,” imbuhnya.
Van Der Steur sendiri, jelas Bagus, merupakan pejuang kemanusiaan yang lahir pada 10 Juli 1865 di Rozenprieel, Haarlem, Belanda.
Dan meninggal pada 16 September 1945 di Kota Magelang.
Van Der Steur hidup serba pas-pasan bersama sepuluh saudaranya.
Van Der Steur dibesarkan oleh keluarga Kristen Protestan yang sangat taat.
Ketaatan itulah yang membuat nilai-nilai protestanisme dan kemanusiaan tumbuh dalam diri Van Der Steur.
Peninggalan dari Van Der Steur lainnya adalah sebuah panti asuhan yang bernama Panti Asuhan Oranje Nassau di Kecamatan Magelang Tengah.
Panti asuhan itu didirikan oleh Johannes Van Der Steur. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto