RADARMAGELANG.ID, Magelang - IKM Center Kota Magelang masih sepi pembeli.
Padahal, tempat oleh-oleh yang dikelola Pemkot Magelang ini menyediakan beragam produk UMKM unggulan dengan harga miring.
Pengelola dan marketing IKM Center Suharyanto mengaku, dalam sehari, jumlah kunjungan dan pembeli tak bisa lebih dari 100 orang. Bahkan terkadang hanya ada 50 sampai 70 transaksi saja.
"Jarang tembus 100. Padahal IKM ini kan fasilitas pemkot, namun pembelinya itu belum bisa mencapai ribuan orang," terangnya kepada Jawa Pos Radar Magelang di kantornya.
Hal itu ia perkirakan salah satunya karena titik lokasi gedung yang kurang strategis serta bayangan masyarakat yang menganggap harga barang-barang di sana mahal.
"Ini kan rada masuk ya tempatnya. Selain itu, masyarakat mengira ini gedung dinas, karena bagus bangunannya dan kalau pun ada transaksi jual-beli mereka pikirnya harga selangit," katanya.
Mengatasi hal tersebut, pihak pengelola IKM Center Kota Magelang melakukan beberapa upaya.
Seperti strategi pemasaran offline dengan gethuk tular atau dari mulut ke mulut dan pemesan online melalui digital marketing.
Promosi offline dilakukan bekerja sama dengan beberapa tour guide dan agen travel pariwisata.
Sehingga ketika ada wisatawan yang memakai jasa mereka dapat diantarkan ke IKM Center sebagai salah satu spot kunjungan wisatanya.
Selain itu, pihaknya juga menitipkan sampel produk UMKM di tempat-tempat yang strategis dan ramai pengunjung.
Contohnya hotel-hotel di Kota Magelang.
Upaya bekerja sama dengan dinas-dinas yang ada pun dilakukan. Agar ketika mereka mendapat tamu kunjungan kerja dari wilayah lain, pihak dinas tersebut dapat mempromosikan produk IKM Center dan mengajak tamu itu berkunjung dulu ke IKM.
"Contohnya seperti tamunya DLH, kemarin itu. Sebelum balik, mereka diajak berkunjung kemari," terang Anto –sapaan akrabnya.
Pihaknya juga mengadakan program Jumat Berkah.
Pengunjung akan mendapat diskon sebesar 10 persen, apabila membeli produk UMKM di hari Jumat, tanpa minimal belanja.
Selain produk UMKM, pihaknya juga menyediakan produk sembako dari Bulog.
Kemudian memasarkan produk melalui berbagai medsos dan marketplace.
Dengan melakukan bebagai upaya itu, ia harap terjadi peningkatan jumlah pembeli.
Sehingga sebanyak 230 pelaku UMKM yang tergabung dalam IKM Center ini mendapat tambahan produksi.
"Biar keuntungan mereka (pelaku UMKM, Red) juga tambah. Dan semoga ada perputaran di antara mereka. Misal yang produknya kue, kan butuh tepung tuh. Kulakannya bisa di sini aja. Jadi ada support sesama pelaku UMKM," aku Anto.
Ia pun mengajak masyarakat luas meramaikan IKM Center.
Dengan iming-iming harga produk yang lebih murah, namun bisa mendapat kualitas yang baik.
Mulai dari komposisinya, pengemasan dan keamanannya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto