Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Empat Gadis Tuli SLB/B-YPPALB Kota Magelang Tarikan Gambyong, Penonton Menitikkan Air Mata Terharu

Puput Puspitasari • Jumat, 21 Juni 2024 | 03:06 WIB
Kepala SLB/B YPPALB Kota Magelang Edy Purwanto berfoto bersama dengan para siswa SLB yang menyelesaikan penampilan tari Gambyong, Kamis (20/6/2024)
Kepala SLB/B YPPALB Kota Magelang Edy Purwanto berfoto bersama dengan para siswa SLB yang menyelesaikan penampilan tari Gambyong, Kamis (20/6/2024)

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Mengharukan dan menguras air mata penonton.

Empat gadis tuli di Sekolah Luar Biasa Yayasan Penyantun Penyandang Anak Luar Biasa (SLB/B-YPPALB) Kota Magelang dengan sepenuh jiwa membawakan tari gambyong di acara Pelepasan Siswa dan Gelar Karya Profil Pelajar Pancasila, Kamis (20/6/2024). 

Mereka adalah Alya, Putri, Egy dan Syifa.

Hanya sekitar dua minggu mereka mempersiapkan penampilan Tari Gambyong.

Selama berlatih, mereka dibantu guru pendamping.

Dibantu dengan penerjemah bahasa isyarat, keempat gadis tersebut mengungkapkan perasaan gembiranya. 

Mereka mengaku tak takut saat harus menari di depan puluhan penonton yang hadir.

Salah seorang penonton, Aida Kusuma, 35, meneteskan air mata ketika melihat penampilan mereka.

Aida tak menyangka, anak-anak yang memiliki keterbatasan pendengaran dan bicara ini mampu menyelesaikan tarian dengan begitu apik.

"Saya kagum, terheran juga. Kok bisa ya, padahal kalau dipikir mereka tidak mendengar suara lagunya," kata Aida— sapaan akrabnya.

Kepala SLB/B YPPALB Edy Purwanto menjelaskan, anak-anak tersebut dilatih agar mampu memahami ketukan lagu dan arahan dari pelatih tariya.

Sehingga, mereka bisa dengan luwes menghapal gerakan dan tak salah tempo. "

Setiap hari Selasa kita latihan tari, dengan guru dan pelatihnya. Mereka tahu ketukan nada," terangnya.

Ia juga menjelaskan, gelar karya ini merupakan wadah khusus bagi anak-anak spesial dengan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Acara ini menekankan pada karakter siswa.

“Kita berusaha menciptakan siswa dengan akhlak yang mulia, mandiri, kreatif, tanggung jawab. Karena treatment (cara didik, Red) kepada mereka harus khusus juga," terangnya.

Acara ini juga menampilkan berbagai karya siswa dari hasil membatik dan membuat kerajinan tangan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa luar biasa juga memiliki kemampuan bila diasah dan diwadahi di tempat yang tepat.

"Jangan  dipandang sebelah mata, anak-anak ini adalah anak Tuhan yang harus diakui, kami mampu membuktikan dan mematahkan asumsi masyarakat,” pungkasnya. (put/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#tuli #slb #tari gambyong #Kota Magelang