Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pedagang Kambing Kurban di Kota Magelang Keluhkan Sepi Pembeli, Ini Penyebabnya

Puput Puspitasari • Kamis, 13 Juni 2024 | 04:54 WIB
Pedagang hewan kurban di Kota Magelang mengeluhkan penurunan penjualan.
Pedagang hewan kurban di Kota Magelang mengeluhkan penurunan penjualan.

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pedagang hewan kurban di Kota Magelang mengeluhkan sepi pembeli.

Mereka tak berani menyetok banyak kambing.
Para pedagang memilih bermain aman.
Dari pada merugi. 
Kondisi ini diungkapkan Muhamad Aufa, pedagang kambing kurban di Jalan Sultan Agung, Kota Magelang.
Ia mengaku hanya berani membawa 60 ekor kambing di deponya.
Jumlah ini lebih sedikit dari tahun lalu. 
"Kalau dulu saya berani stok 80-100 ekor kambing," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (12/6/2024).
Momen Idul Adha kali ini, menurutnya, berbeda.
Dari sejak awal Juni berjualan, kambingnya baru terjual 28 ekor. 
"Mungkin karena ada kenaikan harga kambing, jadi peminatnya berkurang," jelasnya. 
Tahun 2023, harga kambing mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 10 juta untuk ukuran terbesar.
Sekarang ini naik sekitar Rp 300 ribu.
Harga paling rendah sebesar Rp 2,8 juta sampai Rp 10 juta per ekornya. 
"Harganya memang naik dari tahun lalu, sekitar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu. Tapi kambingnya juga besar-besar," ungkapnya. 
Selain itu, ia juga memerkirakan tak larisnya penjualan kambing kurban di tahun ini karena kondisi perekonomian masyarakat yang kurang stabil.
Pada bulan Juni dan Juli, masyarakat memiliki kebutuhan lain yang membuat kurban bukan menjadi prioritas.
Aufa pun memberi contoh.
Misalnya kebutuhan biaya sekolah anak. 
"Tahun kemarin kita bisa jor-joran. Tapi kurban saat ini kan berbarengan dengan daftar masuk sekolah, jadi mungkin saja uangnya terpakai untuk itu," tutur Aufa. 
Untuk mencegah kerugian di deponya, Aufa merencanakan promosi dengan harga miring. Promosi ini akan dilakukan satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha sampai dua hari setelahnya atau h+2.
"Ibaratnya kita obrallah nanti, kita miringkan harga untuk menghabiskan stok, yang penting masih balik modal dan ada untung sedikit," imbuhnya. 
Aufa pun berharap mendekati Hari Raya nanti pembeli dapat meningkat.
Agar target penjualannya yakni menjual habis 60 ekor kambing tercapai. 
Ia pun mengatakan bahwa masyarakat tak perlu risau membeli kambing miliknya.
Aufa berani menjamin kesehatan dari hewan tersebut karena telah mengantongi surat keterangan sehat oleh petugas pengecek hewan kurban. 
Tak hanya itu, ia juga membagikan tips pemilihan hewan kurban yang baik kepada masyarakat.
Menurutnya, kambing yang sehat adalah kambing yang aktif, terlihat gemuk, dan segar. 
"Tidak klemar-klemer kambingnya, kalau klemar-klemer bisa jadi ada masalah itu," kata Aufa. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#kambing #PEDAGANG #biaya sekolah #kurban #idul adha #hewan kurban #sepi pembeli #Kota Magelang