RADARMAGELANG.ID, Magelang – Diah Rahmiyati, warga Ringinanom, Kramat Selatan, Magelang Utara, ingin bisa melihat indahnya dunia setelah selesai menjalani operasi katarak di RSUD Tidar Kota Magelang.
Sudah lama ia menantikan bantuan operasi katarak gratis, karena terganjal biaya berobat.
Ia merasa beruntung mendapatkannya.
Perempuan 57 tahun itu menderita katarak sejak 2016.
Pandangan kedua matanya berkabut dan remang-remang.
Ia tak pernah bisa melihat jelas. Namun, akhir 2023 lalu menjadi momen kali pertama Diah ditangani medis.
Mata kanannya dioperasi. Ia ikut program gratis di salah satu rumah sakit Kota Magelang.
"Alhamdulillah, saya bisa melihat dengan jelas walau pakai satu mata dan sudah katam Alquran delapan kali," ujarnya ditemui di RSUD Tidar Kota Magelang, Senin (20/5/2024).
Ia ikut lagi program operasi katarak gratis dari RSUD Tidar Kota Magelang.
Di rumah sakit ini, giliran mata kirinya yang dioperasi.
"Saya merindukan bisa membaca Alquran dan melihat keluarga saya lebih dekat," tuturnya.
Ketua Panitia Acara dr Susini Rangkai Sari SpKJ menjelaskan, program tersebut merupakan kegiatan bhakti sosial dalam rangka Hari Jadi ke-1118 Kota Magelang dan HUT ke-92 RSUD Tidar Kota Magelang.
Perempuan yang juga Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tidar Kota Magelang menambahkan, pihaknya memberikan kesempatan bagi 20 penderita katarak yang memenuhi kriteria siap operasi.
Kemudian operasi bibir sumbing bagi 14 orang dari usia 3 bulan sampai 58 tahun.
Pesertanya ada dari Magelang, Pemalang, Sragen, Cilacap, Kebumen, bahkan dari Ngawi, Jawa Timur.
"Untuk kegiatan ini kita bekerja sama dengan Yayasan Senyum Kebahagiaan dan Smile Train Indonesia, sehingga pesertanya bisa dari luar Kota Magelang," jelasnya.
Selanjutnya, pihaknya menyelenggarakan sunat gratis bagi 40 anak dengan usia 3-13 tahun.
Pihaknya berharap, program ini dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Apalagi mata dan bibir atau mulut adalah organ penting bagi seseorang.
"Semoga mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik," harapnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto