RADARMAGELANG.ID, Magelang – Perayaan Hari Waisak Tingkat Nasional di Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi akan disemarakkan oleh kehadiran 40 Biksu Thudong asal Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Mereka akan melakukan serangkaian perjalanan dengan berjalan kaki menuju Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi.
Thudong merupakan perjalanan dengan berjalan kaki dan melakukan beberapa praktik spiritual lainnya.
Jarak Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi terbentang jarak lebih dari 1.300 kilometer.
Para Biksu Thudong akan tiba di Candi Borobudur pada 20 Mei 2024, dan akan berpartisipasi menyukseskan Perayaan Waisak Nasional Candi Borobudur dengan detik-detik Waisak pada 23 Mei 2024 pukul 20.52.42.
Selain itu, para Biksu Thudong juga ikut menyemarakkan Waisak di Candi Muaro Jambi pada 26 Mei 2024.
Sebelum kembali ke negara asalnya, para biksu melakukan Pindapatta dan menghadiri Perayaan Waisak di Jakarta, tepatnya di Cetiya Paññā Sikkhā, Cengkareng, Jakarta Barat pada 29 Mei 2024.
Sebagaimana diketahui, Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana (wafat).
Adapun detik – detik Waisak jatuh pada hari Kamis, 23 Mei 2024 pukul 20.52.42.
Kegiatan Waisak Nasional sendiri tahun ini dipusatkan di Candi Borobudur.
Seperti tahun lalu, Kelenteng Liong Hok Bio Magelang akan menjadi tempat transit (istirahat) untuk rombongan Biksu Thudong sebelum menuju ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Nantinya rombongan biksu akan bermalam di kelenteng.
Wakil Ketua Harian Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Magelang Gunawan mengatakan, persiapan penyambutan Biksu Thudong sudah 80 persen.
Nantinya Biksu Thudong sampai di Magelang, Minggu (19/5).
Nantinya, kata Gunawan, Umat Tri Dharma akan menyambut para biksu dari Pare atau perbatasan Temanggung dengan Magelang.
Setelah itu, mereka akan singgah di sebuah rumah makan di Sambung. Untuk makan siang sekaligus beristirahat.
Gunawan menyebut, dari Sambung, para biksu kembali melanjutkan perjalanan menuju kelenteng dan bermalam di sana.
Umat Tri Dharma telah menyiapkan ruangan kosong di lantai dua sebagai tempat menginap para biksu.
Ruangan itu, lanjut dia, akan dilengkapi dengan kasur dan memiliki kapasitas sekitar 50 orang.
Keesokan harinya pada Senin (20/5) sekitar pukul 08.00, mereka melanjutkan perjalanan menuju Wisma Bhante Win Borobudur.
Terkait untuk prosesi Pindapatta, Gunawan menyampaikan, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut.
“Kalau untuk Pindapatta, belum ada informasi lebih lanjut,” ujarnya. (rfk/aro)
Perjalanan Biksu Thudong di Indonesia
* 14 Mei: Biksu Thudong menggunakan pesawat tiba di Bandara Soekarno Hatta – Cetiya Paññā Sikkhā, Jakarta Barat
* 15 Mei: Seremoni pembukaan Biksu Thudong di Kantor Kementerian Agama, Jakarta – Biksu Thudong menggunakan bus menuju Vihara Buddha Jayanti Wungkal Kasap, Semarang
* 16 Mei: Vihara Buddha Jayanti Wungkal Kasap, Semarang – Kelenteng Hok Tik Bio, Ambarawa
* 17 Mei: Kelenteng Hok Tik Bio, Ambarawa – Wisma Bhikkhu Jayawijaya, Temanggung
* 18 Mei: Wisma Bhikkhu Jayawijaya, Temanggung
* 19 Mei: Wisma Bhikkhu Jayawijaya, Temanggung – Kelenteng Liong Hok Bio, Magelang
* 20 Mei: Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur
* 21 Mei: Pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan dan Ritual Pensakralan di Candi Mendut
* 22 Mei: Pengambilan Air Berkah Umbul Jumprit, Temanggung dan Ritual Pensakralan di Candi Mendut
* 23 Mei: Kirab Waisak Mendut ke Borobudur dan Detik – Detik Waisak 20.52.42 WIB Candi Borobudur
* 24 Mei: Biksu Thudong menggunakan pesawat tiba di Vihara Vimuttara Jambi
* 25 Mei: Pindapatta dan Waisak di Vihara Vimuttara Jambi
* 26 Mei: Waisak di Candi Muaro Jambi
* 27 Mei: Vihara Vimuttara Jambi
* 28 Mei: Biksu Thudong menggunakan pesawat tiba di di Bandara Soekarno Hatta – Cetiya Paññā Sikkhā, Jakarta Barat
* 29 Mei: Waisak di Cetiya Paññā Sikkhā, Jakarta Barat
* 30 Mei: Biksu Thudong menggunakan pesawat kembali ke daerah asal masing – masing
Editor : H. Arif Riyanto