RADARMAGELANG.ID, Magelang –Setelah vakum kurang lebih empat tahun, Pemkot Magelang akan kembali menggelar Festival Gethuk di Alun-alun Kota Magelang.
Festival akan digelar selama tiga hari sejak Jumat (26/4/2024) sampai Minggu (28/4/2024)
Puncak acara dimeriahkan Grebeg Gethuk yang akan digelar di hari terakhir.
Grebeg Gethuk menjadi satu kegiatan yang dinanti-nanti warga saat momentum Hari Jadi ke-1.118 Kota Magelang.
Prosesi budaya Grebeg Gethuk ini telah dilaksanakan sejak 2006 dan menjadi ikon budaya Kota Magelang.
Kegiatan itu sebagai stimulan perkembangan dan menggeliatkan seni budaya di Kota Magelang.
Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kota Magelang Sugeng Priyadi mengatakan, Grebeg Gethuk terakhir diselenggarakan pada 2019 lalu.
Pada momentum peringatan Hari Jadi ke-1.118 Kota Magelang ini akan ada beberapa gunungan yang akan diperebutkan warga.
Ia mengatakan, selain Grebek Gethuk, dalam Festival Gethuk ini akan ada pameran produk gethuk dari sembilan kabupaten/kota.
Seperti Sragen, Banyumas, Karanganyar, Kabupaten Magelang, Klaten, Kabupaten Semarang, Kebumen, Salatiga, dan Temanggung.
Masing-masing daerah menyajikan gethuk yang menjadi andalannya sekaligus turut serta membawa keseniannya.
Tahun ini, lanjut Sugeng, ada satu gunungan gethuk dengan ukuran besar dan empat gunungan kecil yang akan digerebek.
Tujuannya untuk memecah keramaian supaya tidak berpusat pada satu gunungan besar saja.
Lalu, ada 17 gunungan palawija dari masing-masing kelurahan sebagai lambang kesuburan.
Adapun prosesi untuk memeriahkan Grebeg Gethuk diawali dengan penetapan perdikan Mantyasih sekitar pukul 07.30 dan dimeriahkan oleh Sendratari Mantyasih.
Lalu, ada Kirab Bregodo sebanyak 118 orang menuju eks Kantor Wali Kota Magelang. Dilanjutkan dengan kirab budaya dan gunungan palawija.
Kirab itu dimulai dari perempatan CPM di Jalan A Yani menuju Alun-alun Magelang.
Kirab tersebut menggunakan kereta dibuat dari modifikasi andong roda empat yang dihias ala kerajaan.
Disusul dengan rombongan, seperti duta wisata, duta genre, HARPI, dan lainnya.
Sugeng menambahkan, kirab tersebut juga akan dimeriahkan marching band Akmil, tarian kolosal Gugur Gunung, sendratari kolosal Babad Mahardika, dan ditutup dengan doa bersama.
“Barulah setelah itu, gunungan gethuk yang dikirab bisa jadi rebutan warga,” katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto