RADARMAGELANG.ID, Magelang – Universitas Tidar (Untidar) Magelang menerima 902 calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Dari sejumlah program studi (prodi) yang ada saat ini, peminat terbanyak adalah Manajemen dengan 813 peminat.
“Prodi dengan peminat terbanyak adalah Manajemen dengan 813 peminat, disusul Ilmu Komunikasi 616 peminat, Ilmu Administrasi Negara 616 peminat, Akuntansi 525 peminat dan Hukum 521 peminat,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Prof Dr Suyitno kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Prof Suyitno menyampaikan, jumlah peminat Untidar di jalur SNBP tahun 2024 sebanyak 8.039 calon mahasiswa.
Dan yang berhasil diterima atau lolos seleksi sesuai kuota yang tersedia adalah 902 calon mahasiswa.
Jumlah peminat tahun ini naik 29,85 persen atau sebanyak 2.400 peminat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peminat Untidar secara keseluruhan berasal dari 27 provinsi di Indonesia, namun yang akhirnya lolos seleksi berasal dari 12 provinsi.
“Dengan prodi Manajemen dan Ilmu Komunikasi yang masih menjadi favorit para calon mahasiswa,” katanya.
Namun dengan tingginya peminat di prodi tersebut, pastinya akan membuat persaingan untuk masuk cukup ketat.
Jumlah calon mahasiswa Prodi Manajemen yang lolos SNBP adalah 40 orang sehingga rasio keketatannya adalah 1:20.
Bisa diartikan untuk masuk Prodi Manajemen Jalur SNBP di Untidar 1 orang harus mengalahkan 20 orang.
Prof Suyitno menjelaskan, proses SNBP menggabungkan beberapa indikator penilaian, seperti prestasi akademik yaitu nilai rapor, mata pelajaran pendukung bidang yang diambil, prestasi lain atau non akademik dan prestasi sekolah.
Prestasi sekolah merupakan capaian penting dalam sekolah itu.
Untidar menggunakan indikator nilai tes SNBT tiga tahun terakhir sebagai data prestasi sekolah.
“Besar harapan kami 902 calon mahasiswa seluruhnya mendaftar ulang agar tidak ada kursi yang dibiarkan lowong,” tambahnya.
Calon mahasiswa yang telah lolos SNBP tidak bisa mengikuti jalur seleksi lain, seperti SNBT dan Ujian Mandiri di seluruh PTN manapun.
Calon mahasiswa harus konsekuen dan bertanggung jawab atas apa yang telah dipilihnya.
Menanggapi perihal black list bagi calon mahasiswa dan sekolah yang tidak melakukan registrasi, Prof. Suyitno menjelaskan perlunya kajian serta kebijakan kasus per kasus.
Untidar tetap mengikuti kebijakan nasional, namun juga mempertimbangkan perihal alasan atau penyebab tidak registrasi.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya beberapa calon mahasiswa mengundurkan diri dikarenakan kesulitan pembiayaan kuliah, kasus seperti ini tentunya perlu dikaji oleh tim dari Untidar tidak serta merta langsung memberi sanksi ke sekolahnya,” jelasnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto