RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang getol mewujudkan Kota Magelang sebagai Kota Sehat.
Konsep dari Kota Sehat sendiri tidak hanya memfokuskan kepada pelayanan kesehatan, tetapi meliputi aspek yang menyeluruh yang dapat memengaruhi kesehatan jasmani dan rohani masyarakat.
Pihaknya mengejar agar sembilan tatanan dan 150 indikator sebagai Kota Sehat terpenuhi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan, Kota Sehat adalah kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni.
Setidaknya ada sembilan tatanan yang dinilai.
Meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial penanggulangan bencana.
“Penerapan tatanan dan kegiatan harus saling terintegrasi, yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Istikomah, di Gedung Adipura Kencana Setda Kota Magelang, Senin (18/3/2024).
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyebutkan, Kota Sehat dapat dicapai asalkan seluruh pihak memiliki komitmen sama untuk mewujudkannya.
Pasalnya, bicara Kota Sehat, tak melulu soal kesehatan fisik masyarakat.
Namun juga kesiapan fasilitas yang mendukung budaya sehat di tempat wisata, dan lainnya.
“Jadi Kota Sehat itu, lingkungannya harus sehat, orangnya sehat, perilakunya sehat, industri sehat, wisatanya juga sehat,” terangnya.
Tidak dipungkiri, banyak kendala untuk menuju ke sana.
Salah satunya kesehatan di sektor perindustrian dan perdagangan.
“Kita harus menata, pasar yang sehat itu yang seperti apa, dan sebagainya,” terangnya.
Ia menilai banyak dampak positif yang timbul dari terwujudnya Kota Sehat.
Selain derajat kesehatan masyarakat meningkat, Kota Magelang juga akan menjadi kota yang dilirik wisatawan karena kenyamanannya untuk disinggahi.
Masyarakat harus menyadari apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyambut pembangunan tol Jogja-Bawen, yang salah satu exit tol-nya ada di Kota Magelang.
“Kalau kita nggak siap, kita hanya akan jadi penonton, dan jadi kota mati kalau nggak pintar menyiasati,” terangnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto