Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pedagang Pasar Rejowinangun Kota Magelang Mengeluh, Harga Beras Makin Mahal, Bansos juga Bikin Pasar Makin Sepi

Puput Puspitasari • Jumat, 23 Februari 2024 | 02:41 WIB
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memantau harga beras di Pasar Rejowinangun di sela kegiatan operasi pasar (OP), beberapa hari lalu.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memantau harga beras di Pasar Rejowinangun di sela kegiatan operasi pasar (OP), beberapa hari lalu.

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pedagang beras di Pasar Rejowinangun Kota Magelang berharap harga beras stabil. Sejak harga beras melambung tinggi, permintaan masyarakat menurun drastis.

Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk keperluan usaha kuliner.

Kondisi ini berpengaruh pada omzet penjualannya. 

"Gimana ya mbak, harga beras sudah stabil mahal," keluh pedagang beras, Ashari, di Pasar Rejowinangun, kemarin. 

Saat ini, harga beras IR64 kualitas super menyentuh  Rp 16.000 per kilogram.

Bahkan yang dari Begawan harganya sampai Rp 17.000.

Sedangkan beras IR64 medium Rp 15.500.

Harganya ini setara dengan IR C4. Meskipun harga mahal, ia menjamin kualitasnya tetap bagus. 

Perubahan harga beras terjadi sebelum Pemilu 2024, harga beras di kisaran Rp 13.000 per kilo.

Lalu perubahan harga yang mencolok  terjadi setelah coblosan.

Kata Ashati, harga mahal ini dipengaruhi oleh gagal panen.

Cuaca yang terik membuat banyak lahan pertanian mengalami kekeringan. 

"Ada yang tertunda panennya, ada juga yang gagal panen. Jadinya mahal," akunya.

Menurutnya, kios beras makin sepi karena pemerintah menggelontorkan  bantuan sosial bagi masyarakat berupa barang.

Bantuan nontunai membuat masyarakat tidak berbelanja ke pasar maupun warung. 

"Kalau bansosnya banyak, jadi nggak ada pembeli. Kita berharap, bansos itu diwujudkan uang. Supaya mereka (penerima bansos, Red) bisa membelanjakan uangnya ke pasar," tuturnya berharap. 

Pembeli, Yustina, 38, berharap harga beras bisa lebih terjangkau.

Menyikapi harga beras yang mahal, ia memilih sedikit beralih ke ubi-ubian.

"Ya masih makan nasi, tapi sesekali merebus singkong atau ubi," akunya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pasar rejowinangun #beras #harga beras #Wali Kota Magelang dr H Muchamad Nur Aziz #bansos