RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memastikan Selter Ngesengan bisa segera dipakai untuk berjualan, karena telah diresmikan, Rabu (21/2/2024).
Dokter Aziz optimistis, wajah baru kawasan Ngesengan akan menambah daya tarik wisata kuliner di Kota Jasa ini.
"Kita harapkan lebih ramai dan menjual," ujarnya setelah meresmikan pembangunan fisik dan nonfisik tahun anggaran 2023 di kawasan Ngesengan.
Kata dia, selter permanen yang berwujud kios ini akan ditempati 22 pedagang yang dulunya berjualan di tempat ini.
Tidak ada pedagang baru yang masuk.
Ia berharap, para pedagang Ngesengan tidak tergiur untuk menjual kiosnya atau pindah tangan tanpa sepengetahuan pemkot.
"Sejak awal mau membangun, penghuninya sama, tidak berubah. Dan di MoU akan disebutkan, kalau diubah (pindah tangan, Red) langsung diambil alih oleh pemkot lagi," tegasnya.
Apalagi harga sewa selter dianggap murah meriah untuk ukuran di kawasan strategis. Harga sewanya berkisar Rp 5 juta-Rp 7 juta per tahun.
Meskipun harga ini naik dari sebelum direvitalisasi oleh pemkot, yakni Rp 1 juta-Rp 2,5 juta per tahun.
Namun demikian, harga tersebut hanya untuk sewa tanah.
Sedangkan untuk membangun kiosnya dilakukan oleh pedagang sendiri.
Lain halnya dengan kondisi saat ini, kios dibangun sepenuhnya oleh pemkot.
"Itu murah banget, karena pemerintah nggak boleh mencari untung," tandasnya.
Dalam acara ini, Dokter Aziz meresmikan sejumlah proyek lainnya.
Antara lain, Rumah Singgah untuk orang telantar, Balai Penyuluh KB, rumah unggul sistem panel instan omah panel tingkat milik sederhana (Ruspin Optimis), Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, dan lainnya.
Sementara pembangunan non fisik adalah program Rodanya Mas Bagia.
"Semoga pembangunan yang sudah dilaksanakan pemkot dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," harapnya.
Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi menyebutkan, pembangunan daerah dapat terlaksana karena adanya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Tahun 2023, PAD Kota Magelang mencapai Rp 324,6 miliar.
Angka ini melebihi target yang ditetapkan pemkot Rp 306,4 miliar.
"Kenaikan PAD ini dikembalikan lagi ke masyarakat," imbuhnya.
Ia juga mengatakan, pembangunan daerah saat ini berfokus pada sembilan program unggulan.
Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Bustanul Arifin turut berpendapat.
Ia mengapresiasi penataan Ngesengan yang dilakukan pemkot.
"Saya kira ini bagus untuk menarik orang luar untuk wisata kuliner ke Kota Magelang dan bisa meningkatkan PAD. Dan soal harga sewa, kalau sudah appraisal tidak masalah," ucapnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto