RADARMAGELANG.ID, Magelang – Harga beras di pasar tradisional kian mencekik, Pemkot Magelang dan Perum Bulog Cabang Kedu melakukan operasi pasar (OP).
Sebanyak 9 ton beras digelontorkan di Pasar Rejowinangun. Beras premium dijual Rp 13.500. Sedangkan kualitas medium hanya Rp 10.900 per kilogram.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, OP ini dilaksanakan secara kontinyu sampai harga beras stabil.
Selain OP, pihaknya memberikan bantuan beras cadangan pangan pemerintah pusat (CPPP) kepada 9.215 keluarga penerima manfaat (KPM).
Bantuan disalurkan setiap bulan sebanyak 10 kilogram selama dua tahap.
Sampai Desember 2023, CPPP yang didistribusikan sebanyak 24,49 ton.
"Jadi, bantuan untuk masyarakat ini berlapis-lapis," tuturnya di sela OP di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Selasa (20/2/2024).
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Kedu M Ihsan Suraadilaga mengaku, program OP atau stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) bertujuan untuk meringankan beban masyarakat.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak panic buying, karena ketersediaan stok beras di Bulog mencapai 7.000 ton.
"Stok itu untuk OP dan CPPP, dan masih cukup untuk dua bulanan ini," terangnya.
Beras SPHP juga bisa didapatkan di berbagai tempat. Seperti pasar tradisional, Artos Mall, Trio Plaza, dan lainnya.
"Jangan khawatir, harga beras SPHP di pasar tradisional dan di pasar modern harganya sama," katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, beras SPHP itu dijual dalam kemasan 5 kilogram. Warga cukup menebusnya dengan harga Rp 54.500 tanpa menunjukkan KTP-Elektronik.
Di lain tempat, beras SPHP juga dijual di IKM Center.
Namun pembeliannya harus menunjukkan KTP.
Kendati demikian, masyarakat tetep antusias membelinya.
"Wah sangat membantu. Pengeluaran dapur jadi lebih irit. Sisanya buat beli bumbon," ucap Wartini, warga Kota Magelang. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto