RADARMAGELANG,ID, Magelang – Masih dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN), PWI Kota Magelang menggelar sarasehan bertajuk “Pers Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Moderasi Beragama dalam Bingkai Keutuhan Bangsa” di Lokabudaya, Minggu (11/2/2024) lalu.
Acara ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Agama.
Tiga narasumber dihadirkan dalam acara ini.
Yakni, Ketua KPU Kota Magelang Misbahul Munir dan Bawaslu Kota Magelang Maludin Taufiq.
Juga Kepala Biro Humas Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Akhmad Fauzin.
Akhmad Fauzin menyebut, moderasi beragama dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia agar selalu rukun, tidak ada yang merugikan, dan tidak ada pula yang dirugikan.
Masyarakat Islam juga perlu kembali kepada ajaran Nabi Muhammad SAW, kerukunan senantiasa harus dijaga.
“Ajaran Nabi kita, sudah menjelaskan, bangunan konstruksi masyarakat sosial harus diciptakan secara rukun, damai, saling percaya, saling menghargai, dan menghormati,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, praktik hidup rukun dan damai sudah sejak lama ada di Indonesia. Bahkan sebelum Islam masuk ke Nusantara.
“Pada masa kerajaan Majapahit, bagian bangunan Borobudur itu tidak hanya dibangun oleh umat Hindu, tapi orang Budha juga ikut membangun. Ini bukti saling asah, asih, asuh, antara agama satu dengan yang lainnya,” bebernya.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam proses pembangunan masyarakat Indonesia.
Ia menggambarkan, pers adalah golongan eksklusif dan punya keistimewaan.
“Media sebagai dinamisator, pembangkit, pendorong semua elemen masyarakat untuk berbuat kebaikan,” terangnya.
Selain itu, jurnalis bagaikan “dai”, karena menyampaikan pesan dakwah melalui tulisan.
“Pesan dari tulisan itu bisa sampai pada relung hati yang paling dalam dan meta datanya tersimpan,” pujinya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto