Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Puji Kota Magelang Punya Jalur Sepeda

Puput Puspitasari • Senin, 12 Februari 2024 | 04:59 WIB
Anggota KOSTI Kota Magelang berfoto bersama di depan Gedung Lokabudaya Alun-alun Kota Magelang usai berkeliling kota, kemarin.
Anggota KOSTI Kota Magelang berfoto bersama di depan Gedung Lokabudaya Alun-alun Kota Magelang usai berkeliling kota, kemarin.

RADARMAGELANG.ID, Magelang–Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) berulang tahun ke-16 pada 9 Februari lalu.

Sebentar lagi juga, kepengurusan KOSTI Kota Magelang akan melaksanakan pelantikan.

Kabarnya, nama calon ketua yang akan dilantik adalah Andy Cheng-Cheng Phoo, seorang pegiat komunitas sepeda di Kota Magelang. 

Bagus Priyana, pendiri komunitas penggemar sepeda klasik Velocipede Old Classic (VOC) pun bercerita.

Sebelumnya, KOSTI Kota Magelang dan Kabupaten Magelang telah bergabung dengan nama KOSTI Magelang Raya.

Namun instruksi pusat, tiap daerah harus memiliki pengurusan masing-masing. 

Anggota KOSTI Kota Magelang ini mengaku, kebijakan itu tidak mengurangi rasa seduluran anggota KOSTI di Magelang Raya yang telah lama terbangun. 

"Karena kita ingin melestarikan sepeda tua sebagai sebuah sarana transportasi yang punya nilai sejarah," tutur Bagus Priyana, kemarin. 

Di Indonesia, sepeda onthel ini sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda.

Dalam perkembangan zaman, sepeda tua bukan hanya sebagai transportasi dan koleksi pribadi, tapi juga sebagai sarana perjuangan bangsa pada masa itu. 

"Kita lihat di zaman pergerakan nasional, Bung Karno juga pakai sepeda. Ada juga Jenderal Sudirman. Lalu Urip Sumoharjo juga pakai sepeda dari Magelang ke Purworejo," tutur pegiat Komunitas Kota Toea Magelang (KTM) itu. 

Lanjut Bagus Priyana, zaman kemerdekaan sepeda juga dipakai oleh para komandan dan telik sandi. 

"Jadi, sepeda adalah salah satu transportasi yang punya nilai sejarah," imbuhnya. 

Bahkan seperti sepeda jenis lainnya seperti sepeda gunung atau mountain bike (MTB), sepeda tua juga mengalami pasang surut tren.

"Sepeda tua juga mengalami fluktuasi, suatu ketika booming, suatu saat di fase menurun. Tapi kami tetap eksis," akunya. 

KOSTI Magelang Raya sendiri telah menaungi 30 komunitas dengan ribuan anggota. Sementara VOC telah berdiri sejak 2003 dan menjadi bagian dari KOSTI.

Bagus Priyana punya harapan besar di ulang tahun KOSTI kali ini.

Bagus Priyana ingin sepeda tua makin digemari oleh masyarakat.

Kemudian semua anggota KOSTI tertib lalu lintas ketika menggunakan jalan raya.

Bagus Priyana juga memuji, Kota Magelang memiliki jalur sepeda. 

"Kota Magelang termasuk sudah maju. Jauh sebelum ada undang-undang (UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Red) itu muncul, Kota Magelang sudah punya jalur sepeda sekitar tahun 1985, dan baru tiga tahunan ini ditambah lagi jalur sepedanya," katanya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#komunitas #sepeda tua #Bagus Priyana #Kota Magelang