RADARMAGELANG.ID, Magelang – DPUPR Kota Magelang memprediksi nilai tanah di sekitar Jembatan Ngembik, Magelang Utara, akan naik tajam setelah jembatan gantung itu dibangun permanen.
Pasalnya, akses jalan masuk sepanjang 1,2 kilometer itu akan diperlebar menjadi enam meter dengan tambahan lebar trotoar masing-masing 80 sentimeter.
Kepala DPUPR Kota Magelang MS Kurniawan menyebutkan, lebar jalan itu sangat memungkinkan untuk kendaraan muatan lewat dan longgar ketika berpapasan.
Lebar jalan itu juga setara dengan lebar jalan di Jembatan Plikon, Kabupaten Magelang yang kini menjadi penghubung kota dan kabupaten melalui Cacaban.
"Kalau jalan itu diperlebar, aksesbilitas kendaraan di sana akan tinggi, nilai tanahnya bisa naik," ujarnya, kemarin.
Diperkirakan, nilai tanah bisa menyentuh harga Rp 2 juta-Rp 5 juta per meter.
Kawasan di sekitar jembatan juga akan ramai. Hal ini menstimulasi tumbuhnya jenis-jenis usaha baru, baik yang dikelola masyarakat maupun investor.
"Ini kelihatannya yang mau berinvestasi banyak. Ada yang mau bikin hotel, kafe, warung, dan lainnya. Tapi kami akan mengkaji kembali tata ruangnya," ungkapnya.
Saat ini, berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW), kawasan di sekitar jembatan merupakan area permukiman dan lahan hijau persawahan.
"Seriring waktu, kita akan berproses (merevisi RTRW, Red). Mungkin tahun 2025 akan kita revisi, karena perubahan RTRW dilakukan lima tahun sekali," ucapnya.
Bisa jadi, RTRW ke depan akan menjadi pusat perekonomian baru di bidang jasa maupun perdagangan.
Namun demikian tetap mengedepankan keberlangsungan lingkungan, mengingat kawasan tersebut menyuguhkan panorama alam yang sangat indah. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto