RADARMAGELANG.ID—Kota Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga.
Julukan ini melekat di Kota Magelang dan masih dikenal hingga kini.
Ternyata, tak hanya asal disematkan, julukan Kota Sejuta Bunga untuk Kota Magelang berasal dari fakta sejarah di zaman dahulu.
Di sisi lain, asal-usul nama Magelang juga mempunyai keunikan berdasarkan kisah sejarah yang ada.
Magelang ternyata memiliki kepanjangan nama menurut legenda di masa lampau.
Penelusuran Radarmagelang.id, asal nama Magelang punya kepanjangan yakni "tepung gelang".
Arti frasa "tepung gelang" adalah "mengepung rapat seperti gelang".
Frasa ini muncul untuk mengenang Raja Jin Sonta yang dikepung di daerah ini.
Dulunya Raja Jin Sonta dikepung oleh pasukan Mataram, hingga akhirnya meninggal di tangan Pangeran Purbaya.
Saat itu, Kerajaan Mataram dipimpin oleh Panembahan Senopati.
Semakin ramai penduduk, Panembahan Senopati berencana memperluas wilayah kerajaan dengan membuka Hutan Kedu.
Panembahan Senopati pun memberikan tugas ini ke putranya, Pangeran Purbaya.
Karena dikuasai raja jin yang sakti, Pangeran Purbaya dibekali ayahnya dengan senjata sakti, Tombak Kyai Pleret.
Singkat cerita, Pangeran Purbaya berhasil emndesak mundur raja jin yang tidak terima karena wilayahnya dijadikan pemukiman.
Setelah dijadikan pedesaan, sang Raja Jin pun membalas dendam dengan menyakiti warga desa.
Pangeran Purbaya pun tidak tinggal diam.
Ia memerintahkan pengawalnya untuk bergerak mengelilingi hutan dengan gerakan melingkar seperti gelang.
Tujuannya adalah untuk mengepung hutan tempat raja jin tersebut.
Di dalam lingkaran hutan tersebut raja jin tidak bisa kabur dan terus bertarung dengan Pangeran Purbaya.
Akhirnya si Raja Jin mati dan berhasil ditaklukkan.
Strategi pengepungan raja jin dengan gerakan melingkar seperti gelang kemudian disematkan sebagai nama daerah yakni Magelang.
Adapun julukan Kota Sejuta Bunga, disematkan karena kondisi geografis kabupaten setempat.
Diibaratkan sebagai bunga, Kota Magelang memiliki banyak daya tarik dan manfaat di segi ekonomi, yang dikemas dalam tampilan yang indah.
Julukan Sejuta Bunga juga ditetapkan sebagai branding Kota Magelang, bahkan tertanam dalam Perda Kota Magelang No. 11/2014.
Kota Magelang juga dijuluki 'Tuin van Java' yang bermakna taman indah berapit gunung dan bukit.
Desa Glangglang
Versi lain seperti tertulis di Prasasti Mantyasih yang ada di Kampung Meteseh, Magelang Tengah.
Prasasti Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M).
Dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh.
Sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto