RADARMAGELANG.ID, Magelang - Ratusan warga Maluku yang tinggal di Magelang antusias merayakan Natal dan Tahun Baru 2024.
Keceriaan dan keakraban mereka begitu tergambar ketika mereka bernyanyi sambil berjoget.
Acara ini sekaligus menjadi ajang temu kangen dan memperkokoh tali persaudaraan mereka yang kini terwadahi dalam sebuah Forum Pattimura Muda Magelang (PMM).
Ketua Pattimura Muda Magelang Tohir Palisoa mengatakan, Pattimura Muda merupakan forum komunikasi anak Maluku.
Sudah ada 200 anggota yang bergabung di forum ini, baik dari Kabupaten Magelang maupun Kota Magelang.
"Rata-rata mereka sudah menetap di Magelang, tapi ada juga yang tinggal karena urusan pekerjaan," ujarnya, Minggu (14/1/2024), di sebuah rumah makan Banjarnegoro, Magelang.
Meski kegiatan ini untuk merayakan Natal, namun warga Maluku yang beragama muslim juga turut meramaikan acara.
Di sinilah keunikannya.
Kata Tohir, warga Muslim justru mengambil bagian menjadi panitia Natalan.
Sebaliknya ketika Lebaran, warga Kristiani yang menyiapkan segala seuatunya.
"Inilah kebersamaan kita dan kami bangga dengan keberagaman ini," ungkapnya.
Warga Maluku yang tergabung dalam forum ini juga sepakat ingin menghapus stigma warga Ambon dan Maluku punya sikap keras.
Ia percaya, anggotanya dapat menjaga dan mewujudkan komitmen bersama ini.
"Kita ingin menegaskan pemikiran yang terbangun terhadap warga Ambon dan Maluku yang identik dengan keras. Tapi kami warga Ambon dan Maluku yang ada di Magelang tidak seperti itu. Kita bersahabat," tuturnya.
Ia pun mengimbau anggota PMM untuk bersikap tenang dalam menghadapi Pemilu 2024.
Harus mengedepankan toleransi dan menerima sebuah keberagaman yang dimiliki Indonesia, baik dari agama, suku, ras, dan budaya.
Dirinya berharap, Pemilu 2024 akan berjalan damai tanpa ada pihak-pihak tertentu yang menggunakan identitas sebagai alat politik atau politik identitas.
"Pemilu ini adalah milik kita bersama untuk pembangunan Indonesia. Dan pemilu itu tidak ada kaitannya dengan warna apapun," tandasnya.
Karena itu, ia meminta anggota PMM untuk tetap menggunakan hak pilih pada 14 Februari mendatang. "Kita tinggal pilih saja, tidak perlu gesek sana, gesek sini," imbuhnya.
Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum Pattimura Jacky Latuperisa ini, anggota PMM juga bermunajat untuk kesatuan dan persatuan warga Indonesia.
Mereka bahkan sampai menangis ketika menyanyikan lagu Pela Gandong.
Anggota PMM, Ventje, mengapresiasi panitia penyelenggara.
Pria Magelang yang beristrikan warga Maluku ini berharap, keberadaan PMM dapat memberikan manfaat bagi Magelang.
"Semoga kita bisa berbuat baik untuk mengisi Magelang," tuturnya. (put/WEB/aro)
Editor : H. Arif Riyanto