Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dewan Kesenian Kota Magelang Inginkan Terbentuk UPT Lokabudaya

Puput Puspitasari • Selasa, 9 Januari 2024 | 02:19 WIB
Gedung Lokabudaya menjadi pusat kegiatan seni rupa di Kota Magelang. Gedung peninggalan pemerintahan kolonial ini berada di Alun-alun Selatan, samping Mako Polres Magelang Kota.
Gedung Lokabudaya menjadi pusat kegiatan seni rupa di Kota Magelang. Gedung peninggalan pemerintahan kolonial ini berada di Alun-alun Selatan, samping Mako Polres Magelang Kota.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) mendorong Pemkot Magelang membentuk UPT Lokabudaya, supaya pengelolaan gedung tersebut lebih maksimal.

Saat ini, Gedung Lokabudaya yang berada di Alun-alun Selatan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Magelang.

Kemudian dimanfaatkan oleh DKKM untuk perhelatan berbagai kegiatan seni rupa dan budaya.

Ketua DKKM Muhammad Nafi mengaku, pendirian UPT Lokabudaya tidak hanya menjadi keinginan DKKM saja.

Namun juga menjadi harapan para seniman atau perupa di Kota Magelang.

"Kita ingin Lokabudaya jadi UPT dengan pengelolaan yang baku dengan standar yang baku," ucap Nafi. 

Kendati demikian, pihaknya tetap mengapresiasi perhatian pemkot yang memberikan tempat representatif untuk kegiatan seni budaya.

"Kita apresiasi, karena ini terwujud di era Wali Kota Dokter Aziz. Hanya saja, memang perlu ada perbaikan pengelolaan (Gedung Lokabudaya, Red)," sebut Nafi.

Selain pengelolaan, fasilitas gedung perlu ditingkatkan tanpa menghilangkan identitasnya sebagai cagar budaya.

Pemkot Magelang juga dirasa perlu memberikan dukungan yang lebih, sehingga Lokabudaya bisa menjadi simpul seni atau pusat kesenian di Kota Magelang.

"Di sini belum ada ikonya juga. Masih banyak (masyarakat, Red) yang belum tahu gedung ini untuk apa," ujarnya. 

Sejauh ini, kegiatan di Gedung Lokabudaya belum mampu menjadi magnet untuk masyarakat umum.

Puluhan kegiatan yang dilaksanakan masih sederhana, tanpa bantuan APBD.

Nafi mengungkapkan, kegiatan selama ini hanya mengandalkan patungan para seniman atau sponsor kecil-kecilan. "Bisa dikatakan masih kegiatan mandiri," imbuhnya. 

Setidaknya, DKKM melaksanakan delapan kegiatan di tahun 2021 atau di awal penggunaan gedung. Meningkat menjadi 23 kegiatan di tahun 2022, lalu 32 kegiatan di 2023.

Ia bermimpi, Gedung Lokabudaya ini dikelola seperti taman budaya. Menjadi pemantik pusat kreativitas seni budaya di Kota Magelang. 

Nafi harap, Disdik melalui bidang kebudayaan  mau menjalankan fungsi pembinaannya.

Agar seniman senior dan junior bisa kompak.

"Kita ingin terwujud regenerasi yang smooth," tuturnya. 

Nafi mengatakan, kemajuan sebuah daerah bisa dilihat dari perkembangan seni budayanya.

"Seni budaya adalah etalase kota," tandasnya. 

Bahkan jika pemasaran seni budaya itu jalan, ia yakin akan mendongkrak kegiatan ekonomi kreatif warga.

Di sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan lainnya akan kecipratan rezeki. 

"Lokabudaya ini juga bisa menjadi residensi antarseniman, ini sangat memungkinkan. Hanya saja butuh  tindak lanjut pengelolaan dan ada kesepakatan antara DKKM (seniman, Red) dengan pemkot terutama Disdik selaku pemilik gedung," tuturnya. 

Ia bercerita, Gedung Lokabudaya merupakan bangunan peninggalan kolonial 1900-an.

Dulunya bagian dari Mosvia atau sekolah para praja di era pemerintahan kolonial.

Bangunan ini menjadi rumah dinas kepala sekolah pada masa itu. Sedangkan mosvianya adalah Gedung Mako Polres Magelang Kota saat ini.

Nafi menunjukkan, bangunan induk Lokabudaya saat ini sudah dilapisi dengan hardboard.

Ketika para perupa menempel karya, tidak merusak bangunan aslinya.

Namun kondisinya saat ini kurang layak untuk memajang karya.

Ia harap, Disdik meningkatkan kualitas ruang pameran agar menarik dari sisi visual. 

"Lampu pencahayaannya juga sudah tidak berfungsi normal, karena kualitasnya tidak diperhatikan, kurang bagus," sentilnya. 

Sudah semestinya, pemkot tidak sibuk berhitung soal anggaran untuk peningkatan Gedung Lokabudaya.

Karena apa? Kata Nafi, seni budaya merupakan investasi sebuah daerah.

"Hasil yang akan dicapai kalau ini bisa menjadi gerakan yang bagus, ke depan akan mempunyai ruh yang bisa menghidupi," tuturnya. 

Ia mencontohkan, kota-kota besar yang seni budayanya maju dan pemerintahnya mendukung adalah Jogjakarta.

Kemudian Banyuwangi, dan lainnya. (put/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#wali kota magelang dokter muchamad nur aziz #pemkot magelang #polres magelang kota #lokabudaya magelang