RADARMAGELANG.ID, Magelang—Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang menggelar diseminasi hasil sensus pertanian tahap I tahun 2023 (ST2023). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap 10 tahun sekali pada tahun berakhiran angka 3.
Hasil ST2023 di Kota Magelang menunjukkan jumlah petani di level rumah tangga meningkat hampir 100 persen. Tapi kalau dari jumlah sisi absolut memang masih paling rendah nomor dua se-Jateng setelah Kota Surakarta.
"Tapi kalau dari sisi pertumbuhan kita paling tinggi se-Jateng. Paling banyak di sektor peternakan, yang dominan ayam kampung, unggas non pangan, nila air tawar, ayam lokal, lele, bawal, merpati, padi sawah inbrida, itik manila, dan ubi kayu," papar Kepala BPS Kota Magelang Aluisius Abrianta saat Diseminasi ST2023 Tahap I dan Workshop Penyusunan PDRB Triwulan Kota Magelang di Hotel Artos Magelang, Selasa (12/12/2023).
Dikatakan, data penting lainnya yang diperoleh dari ST2023 adalah adanya pergeseran demografi petani. "Awalnya yang kita takutkan petani akan habis, tapi ternyata Kota Magelang nampak ada regenerasi terutama milenial dan Generasi Z yang tertarik dengan sektor pertanian," katanya.
Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi mengatakan, sensus pertanian ini berperan penting untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran. Khususnya berkaitan dengan upaya meningkatkan ketahanan pangan.
Jika dilihat dari hasil ST2023 tahap I, lanjut dia, terdapat temuan yang menggembirakan. Mulai dari kenaikan jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RUTP) sebesar 8,74 persen, kenaikan perusahaan pertanian berbadan hukum sebesar 35,54 persen, dan kenaikan usaha pertanian lainnya sebesar 116,08 persen.
"Meningkatnya usaha pertanian diharapkan berkontribusi positif pada perekonomian Indonesia," papar Hamzah,
Melihat catatan BPS pada 2022, lanjut Hamzah, kontribusi sektor pertanian mencapai 12,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) berdasarkan harga berlaku (ADHB). Selain berkontribusi pada PDB, kata dia, sektor pertanian juga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yakni 27 persen. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto