RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kelompok Wanita Tani (KWT) “Permai Tani” menjadi mitra dalam kegiatan edukasi pelatihan dan pendampingan pembuatan sirup tomat dan torakur yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar (Untidar), Kamis (16/11).
Kegiatan itu digelar di Dusun Grenjeng, Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang sebagai desa dengan produksi tomat melimpah.
Selama ini, Desa Gandusari menghadapi tantangan dalam menjual tomatnya dalam bentuk mentah, karena harga jualnya cenderung rendah. Dengan mengolah tomat menjadi produk lain, seperti sirup tomat dan tomat rasa kurma (Torakur), diharapkan nilai jual produk pertanian mereka dapat meningkat.
Selain itu, para anggota Kelompok Wanita Tani “Permai Tani” diharapkan dapat memahami pengolahan tomat menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Sehingga memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat Desa Gandusari, dan memperluas kesempatan untuk meraih pendapatan yang lebih baik dari usaha pertanian mereka.
Kepala Desa Gandusari Mustofa Kamil menyampaikan terima kasih kepada pihak Untidar yang telah mengadakan pengabdian di desanya.
“Semoga melalui kegiatan ini, ibu-ibu kelompok wanita tani bisa belajar pembuatan torakur dan sirup tomat. Sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada menjual tomat yang belum diolah," harapnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Kelompok Wanita Tani “Permai Tani” Chosiyah. “Semoga dengan kegiatan pelatihan ini kita dapat memajukan kelompok tani kita,” tambahnya.
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Untidar Soraya Kusuma Putri, S.T.P., M.Sc menyampaikan materi mengenai pembuatan tomat rasa kurma dan sirup tomat. Sedangkan demonstrasi prosedur pembuatan sirup tomat dan torakur dilakukan mahasiswa sambil dijelaskan mengenai detail proses dan bahan bahan tambahan yang digunakan. “Warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Soraya Kusuma Putri menjelaskan manfaat bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan sirup tomat, seperti asam nitrat, asam benzoat, CMC (Carboxy Methyl Cellulose) dan gula. Untuk pembuatan torakur membutuhkan bahan yang lebih sederhana, yaitu hanya kapur sirih dan gula.
Ia berharap ibu-ibu anggota Kelompok Tani “Permai Tani” dapat mengaplikasikan pengetahuan ini secara efektif dalam proses pembuatan sirup tomat dan torakur.
Sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. Pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si. dan Rahayu Wulan, S.Si., M.Si., keduanya Dosen Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Untidar. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto