RADARMAGELANG.ID, Magelang–Setelah mangkrak bertahun-tahun, lahan bekas gedung Magelang Theater (MT) dan Tidar Theater di Alun-alun Timur Kota Magelang mulai digarap. Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz masih memberikan kepercayaan kepada investor PT Grha Karya Investama Jakarta untuk melanjutkan rencana mereka membangun mal, hotel, dan apartemen di atas lahan seluas 28.478 meter persegi.
“Kita sudah komitmen, PT yang sebelumnya (PT Grha Karya Investama Jakarta, Red) yang membangun kembali dengan perjanjian yang sama,” ujar Dokter Aziz kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (1/11).
Ia punya alasan mengapa kembali mempercayakan aset milik Pemkot Magelang itu kepada investor yang sama. Meskipun mestinya dibangun tidak lama setelah perjanjian disepakati pada 21 Juli 2020 pada masa pemerintahan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito. “Saya itu wali kota yang mau meneruskan program baik wali kota sebelumnya,” ucapnya tersenyum.
Dokter Aziz pun menginformasikan perkembangan terbaru. Ada kemungkinan desain gedung berubah. Namun perubahan itu tidak lantas mengubah perjanjian yang dulu. “Selama tidak mengubah klausul perjanjian yang dulu, kita tidak berubah,” tandasnya.
Investor tetap berencana membangun gedung 15 lantai. Dan salah satu lantai sebelumnya akan difungsikan untuk Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Magelang. Berhubung MPP Kota Magelang telah ditempatkan di Gedung Kyai Sepanjang, ia belum memastikan lantai itu akan digunakan untuk kebutuhan apa.
“Kita pikirkan lagi, apakah MPP pindah sana (gedung eks-MT, Red), atau perpustakan dibesarkan, atau tetap sana (di Gedung Kyai Sepanjang, Red) dan di sana dipakai untuk pelayanan yang lain. Kita memang masih dikasih satu lantai,” jelasnya.
Diketahui, Pemkot Magelang membangun MPP dengan memanfaatkan Gedung Kyai Sepanjang di Jalan Kartini. Gedung ini sebelumnya digunakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang.
Pantauan koran ini, investor telah memagari lahan bekas MT dan Tidar Theater. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Magelang dengan PT Grha Karya Investama menandatangani perjanjian kerja sama bangun guna serah (BGS) untuk pemanfaatan tanah gedung eks-MT pada 21 Juli 2020. Lalu pada 12 Februari 2021, seremoni pemanfaatan lahan dilaksanakan. Nilai investasi bangunan ini diumumkan mencapai Rp 200 miliar.
Mahmud, warga yang juga bekerja di sekitar lokasi mengaku setuju dengan pembangunan ini. Ia berharap pembangunan tersebut berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (mg23/mg24/put)