Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Lahan Pertanian di Kota Magelang Menyusut Lima Hektare per Tahun

Puput Puspitasari • Selasa, 31 Oktober 2023 | 14:34 WIB

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Lahan pertanian Kota Magelang menyusut 4-5 hektare per tahun, karena alih fungsi lahan. Paling besar untuk kebutuhan nonpertanian, seperti pembangunan infrastruktur pertokoan, perumahan, dan lainnya.  

Penyuluh pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Among Wibowo menjelaskan, saat ini pihaknya masih merekapitulasi atau melakukan pembaharuan data lahan baku sawah (LBH) terbaru. Tapi berdasarkan data tahun lalu, LBH tersisa 110 hektare.

“Tapi kita akan mengunci lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di 83 hektare. Itu (lahan, Red) yang sudah tidak bisa lagi alih fungsi,” tandasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (29/10).

Dijelaskan Among, banyak hal yang membuat lahan basah di Kota Magelang menjadi tidak lagi produktif. Antara lain, karena kekeringan yang disebabkan kemarau berkepanjangan. “Biasanya karena kesulitan air irigasi,” ujarnya.

Pihaknya kemudian getol mengembangkan konsep pertanian perkotaan atau urban farming melalui program pekarangan pangan lestari (P2L). Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok masyarakat berbasis rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW), maupun berbasis perkampungan. “Kalau di Kota Magelang paling banyak berbasis RT dan RW,” imbuhnya.

Masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, beternak, serta budidaya ikan. Program P2L merupakan program Kementerian Pertanian. Di tingkat Kota Magelang juga ada program Magelang Cinta Organik (Magelang Cantik). Keduanya dijalankan secara beriringan.

Ada perbedaan dari keduanya. P2L masih membolehkan penggunaan pupuk kimia. Karena tujuan utamanya adalah memanfaatkan lahan pekarangan untuk pertanian. Sedangkan Magelang Cantik memiliki program turunan, Kampung Organik yang meminimalkan penggunaan pupuk kimia dan berfokus pada pengelolaan sampah organik. (mg24/put/aro)

Penyuluh pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Among Wibowo
Penyuluh pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Among Wibowo

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#among wibowo #lahan pertanian menyusut #alih fungsi lahan #Disperpa