Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Sugeng Prayitno Perajin Wayang Karton: Harga Tergantung Kerumitan Pembuatan

Lis Retno Wibowo • Minggu, 15 Oktober 2023 | 20:14 WIB

RADARMAGELANG.ID, Magelang –Umumnya wayang terbuat dari kulit, namun Sugeng Prayitno justru menggunakan kertas karton. Wayang karton  buatan Sugeng tak kalah menarik dengan wayang kulit. Bahkan ketika melihat bentuknya, orang tak mengira itu terbuat dari karton.

Warga Tidar Sari Magelang ini menceritakan kisahnya membuat kerajinan wayang karton. Dulu ia dianggap nakal oleh orang tuanya. Lalu dikirim ke rumah pamannya di Jogja.

“Di sana (rumah paman, Red) saya digembleng. Diajari membuat wayang sampai bisa. Setelah itu dijemput kembali oleh orang tua,” cerita pria 57 tahun ini.

Bermodal kemampuan menggambar, Sugeng memulai produksi wayang tahun 2000. Selain itu, ia juga aktif mengajar sebagai guru seni dan budaya di beberapa sekolah dengan status honorer. Juga masih aktif mengajar ekstrakurikuler.

Pembeli biasanya memesan wayang untuk pajangan. Namun ada juga untuk berlatih mendalang. Proses pembuatan wayang memakan waktu paling cepat tiga hari, terlama satu minggu. Tergantung tingkat kerumitan. Prosesnya, pertama, kertas karton harus didobel supaya tebal. Kemudian dibuat sketsa di atas karton. Dilanjutkan dengan memahat dan mengecat. Proses terakhir, pemasangan gapit wayang.

“Mengecat itu lama, karena bolak-balik. Harus menunggu satu sisi kering baru bisa mengecat sisi lainnya,” akunya.

Tingkat kerumitan juga mempengaruhi harga. Sugeng biasanya menjual wayangnya dari harga Rp 50  ribu hingga Rp  500 ribu. Tokoh wayang Pandhawa dan Punakawan dijual satu set. Untuk gunungan dijual Rp  500 ribu karena menurutnya sangat rumit dan proses pembuatannya lama.

Bapak dari 3 orang anak ini bisa membuat segala jenis wayang. Termasuk wayang kontemporer, wayang beber dan wayang wahyu. Ia juga bisa membuat wayang dari kulit. Bahkan ia bisa membuat kerajinan topeng dan lukisan.

“Karena saya ngajar SMA Tarakanita, saya buatkan wayang Bunda Maria dan Yesus. Saya juga pernah membuat pesanan wayang bajunya tentara dan bersepatu,” katanya

Karyanya bahkan sudah sampai luar negeri. Ketika mengikuti International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta, wayangnya dijadikan oleh-oleh pengunjung dari Amerika dan Korea Selatan. Sugeng pun pernah meraih sejumlah penghargaan. Antara lain dalam event Tidar Selatan Expo 2023 sebagai UMKM kategori termanfaat.

Menurutnya, kerajinan wayang karton ini cukup menjanjikan. Hanya saja ia terkendala modal. Sugeng berpesan pada anak muda, untuk terus melestarikan budaya Jawa seperti wayang. “Saya ajarkan di sekolah-sekolah. Harapannya anak muda mempunyai kemampuan membuat wayang,” pungkasnya. (mg22/lis)

Sugeng Prayitno dengan wayang karton kreasinya
Sugeng Prayitno dengan wayang karton kreasinya

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#sugeng prayitno #perajin wayang karton #guru honorer #harga tergantung kerumitan pembuatan