RADARMAGELANG.ID, Magelang—Universitas Tidar (Untidar) Magelang berkomitmen mengembangkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dan Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) demi memberikan perlindungan kepada sivitas akademika. Apalagi kerap beredar di media bahwa kekerasan seksual ini bukan hanya di kampus, tetapi juga di rumah tangga, perkantoran, dan lembaga agama.
“Oleh karena itu, Untidar sekarang sangat serius mengembangkan dua unit lembaga baru. Baik bimbingan konseling maupun penanganan pencegahan kekerasan seksual. Mudah-mudahan dua unit ini bisa meningkatkan indeks kebahagiaan bagi mahasiswa Untidar,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar Prof Dr Parmin saat seminar Toxic Relationship.
Dikatakan, sekarang ini ada beberapa fakta menarik di kampus. Pertama, fakta mahasiswa yang merasa tidak sesuai dengan jurusan yang sedang dijalani. Fakta kedua, mahasiswa yang mengalami kekerasan takut melapor. “Ya takut akan dampaknya. Takut namanya akan viral. Juga takut karena tidak ingin diketahui orang lain,” tuturnya.
Sementara itu, pegiat isu anak, remaja, dan perempuan Febryanti Putri Khatulistiwa mengatakan, hubungan beracun alias toxic relationship sangat dekat dengan realita serta memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas diri. Hubungan beracun, menurutnya, berkorelasi dengan adanya masalah psikologis yang belum selesai di masa kecil seseorang.
“Dasar orang melakukan toxic relationship sebenarnya adalah dominasi. Entah dosen ke mahasiswa, orang tua ke anak, atau senior ke junior,” bebernya.
Putri menyimpulkan bahwa hubungan antarmanusia yang sehat tidak dapat terjadi jika hanya satu pihak saja yang berusaha. “Ada rasa percaya di situ. Saling menghormati. Kemudian komunikasi yang sehat. Tumbuh bersama. Saling memotivasi. Kalau kamu terjebak di toxic relationship, kamu bisa pilih untuk konfrontasi langsung. Atau pergi. Karena kita tahu, tidak semua orang bisa berkonfrontasi langsung. Yang paling penting adalah diri kamu dan kesehatan mental kamu,” jelasnya. (rfk/aro)