RADARMAGELANG.ID, Magelang – Suasana pagi yang cerah di Kota Magelang kemarin menjadi hari keberuntungan bagi banyak orang. Salah satunya Ramijo. Pria 50 tahun ini bekerja sebagai pemulung. Ia keliling Kota Magelang mulai pukul 07.00. Memungut sampah – sampah yang bisa dijual ke pengepul dan menjadi pundi-pundi rupiah.
“Rumah saya di Bogeman Wetan, saya biasa memulung sampai pukul 14.00,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ramijo menceritakan, ia terpaksa menjadi pemulung setelah berhenti bekerja sebagai penjual balon berkarakter lantaran sakit vertigo. “Saya mulai jadi pemulung sejak 2017. Ya, demi membiayai keluarga, Mbak. Dua anak saya masih sekolah. Yang sulung sudah keluarga,” akunya.
Dalam sehari, Ramijo mengaku mendapat penghasilan Rp 30 ribu–Rp 40 ribu. Penghasilan itu cukup untuk membeli beras dan uang saku kedua putrinya yang masih duduk di bangku SD dan SMA.
“Saya tidak bisa berjalan cepat dan jauh karena penyakit yang saya derita. Namun bersyukur masih diberi kesempatan untuk bekerja meski jadi pemulung,” katanya penuh syukur. (mg22/aro)