Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Batik Karya Disabilitas Dilelang, Ada yang Tembus Laku Satu Juta

Puput Puspitasari • Selasa, 4 Juli 2023 | 15:03 WIB

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Empat kain batik karya disabilitas Kota Magelang laku lelang sampai menyentuh angka tertinggi Rp 2.000.099. Para disabilitas tidak menyangka, karya pertama mereka dihargai begitu mahal oleh para tamu yang menghadiri pameran batik dan peluncuran program “Jadi Pengusaha Mandiri Pekerja Difabel” (Japri Difa) di Pendopo Pengabdian, Senin (3/7/2023).

Andriyani, penyandang disabilitas asal Boton, Kecamatan Magelang Tengah, matanya masih sembab, karena batik tulis miliknya terjual Rp 1 juta. Keberuntunganya ini menambah semangatnya untuk terus berkarya. Ia ingin menjadi disabilitas yang produktif. “Senang, bangga, dan nggak nyangka bisa laku segitu,” kata Andriyani kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz pun memuji karya para disabilitas. Fasilitasi pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang merupakan bukti pemerintah hadir dan ingin disabilitas lebih berdaya. Dirinya juga melihat para disabilitas ternyata berbakat menjadi perajin batik. Karena hasilnya tidak mengecewakan.  

“Kekurangan itu jangan malah menyebabkan semangat inovasi dan berkreasi menjadi mati. Kekurangan itu harus menjadikan kita lebih mandiri,” ujar dr Aziz.

Pemkot Magelang akan terus mendorong dan memfasilitasi para disabilitas, sampai ke tahap pemasaran. Seperti dipajang di IKM Center, juga diikutsertakan pameran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Wawan Setiadi menyebut, pelatihan membatik diikuti 25 disabilitas. Masing-masing telah menunjukkan karakter dalam membuat karya batik, kemudian hasil karyanya dipamerkan dan dijual. “Ternyata mereka memiliki kemampuan dan karya yang luar biasa,” pujinya.

Kegiatan ini merupakan upaya Pemkot Magelang dalam memberikan akses kepada para disabilitas dan mendukung Indonesia yang inklusi. Di mana para disabilitas mendapat akses berseni, berbudaya, berkarya, dan sebagainya.

Sementara, Dirut PD BPR Bank Magelang Hery Nurjianto ikut melarisi batik karya disabilitas. Pihaknya pun mendukung bantuan permodalan bagi para disabilitas yang ingin membuka usaha rintisan melalui pengajuan produk kredit Pro-Master. Suku bunganya hanya 3 persen per tahun atau 0,25 per bulan. Masyarakat bisa mengajukan bantuan tambahan modal Rp 2,5 juta tanpa agunan atau sampai Rp 25 juta dengan agunan. “Suku bunganya ringan, karena itu bagian dari tanggung jawab sosial kita terhadap masyarakat,” katanya. (put/aro)

Karya batik tulis Andriyani dibeli Rp 1 juta oleh seorang pengusaha toko emas di Kota Magelang.
Karya batik tulis Andriyani dibeli Rp 1 juta oleh seorang pengusaha toko emas di Kota Magelang.
Editor : Lis Retno Wibowo
#batik disabilitas magelang