“Kita prediksi per hari itu bisa mencapai 200.000 kendaraan yang akan melintas di Kota Magelang. Jika selama masa mudik Lebaran hingga arus balik, bisa mencapai kurang lebih 1 juta kendaraan,” jelas Candra kepada wartawan Radar Magelang.
Ia menyampaikan, tidak semuanya menjadi pemudik di Kota Magelang. Karena Kota Magelang ini hanya sebagai wilayah lintas saja.
Pihaknya masih sulit memprediksi berapa jumlah pemudik yang akan masuk ke Kota Magelang. Hal ini karena banyak pemudik yang masih banyak menggunakan kendaraan pribadi. “Tahun ini pun juga masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi,” jelasnya.
Ia menyampaikan, beberapa titik rawan kemacetan juga sudah dipetakan. Seperti di Simpang Canguk, dan simpang lima Artos Magelang. “Kedua jalur tersebut diprediksi akan mengalami kemacetan saat mudik Lebaran,” jelasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama stakeholder terkait baik dari Polres Magelang Kota dan Polresta Magelang sudah menyiapkan beberapa rekayasa lalu lintas. Seperti, di Simpang Canguk, dimana yang dari Tegalrejo tidak ada lampu merah dan langsung dibelokkan ke kiri. “Yang pasti kita sudah menyiapkan beberapa alternatif jika terjadi penumpukan dan kemacetan,” pungkasnya.
Mengenai layanan angkutan Lebaran Pemerintah Kota Magelang juga sudah menyediakan layanan mudik gratis dua bus. Selain itu, juga akan ada fasilitas mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jateng, kemudian dari Kementerian Perhubungan juga ada yang sampai ke Terminal Tidar Magelang.
“Ada juga layanan mudik gratis ke Kota Magelang dari Jasa Raharja, dan beberapa dari swasta juga sudah ada yang konfirmasi ke kami akan berhenti di Terminal Tidar Magelang. Bahkan dari Provinsi Banten juga menyediakan layanan mudik gratis ke Kota Magelang, mereka menyiapkan dua kendaraan,” pungkasnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo