Moro Seneng, berawal dari sebuah toko kecil di Muntilan, Kabupaten Magelang. Toko roti dan kue tradisional ini didirikan oleh Ny Christiana (The Gian Tian). Hingga kini terus berkembang. Bahkan melebarkan sayap dengan membuka cabang baru di Kota Magelang.
Kue dan roti yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari roti tradisional, jajanan pasar bercita rasa manis, asin serta gorengan. Juga bisa melayani katering.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai usaha toko roti Moro Seneng, Radar Semarang berkesempatan berkunjung dan berbincang dengan salah satu pemilik sekaligus pengelola Moro Seneng, Dicky Pramono.
“Generasi pertama toko roti Moro itu Oma saya. Kemudian diturunkan ke generasi kedua yaitu Iriyati yang merupakan ibu saya. Lanjut ke saya sebagai generasi ketiga,” papar kata Dicky Pramono ditemui di toko roti cabang baru di Jalan Jenggolo no 36, Kemirirejo, Kota Magelang.
Dicky mengatakan, Moro Seneng tetap mempertahankan resep tradisional dengan cita rasa dan kualitas premium. Ada lebih dari 200 varian jenis roti dan jajanan pasar tradisional tersedia di Moro Seneng. Salah satu produk unggulannya adalah roti semir dan roti sobek. Roti ini spesial karena menggunakan bahan-bahan premium. Seperti butter Wijsman, mentega Blueband. Dan proses pembuatan masih tradisional.
“Proses pembuatan ini bisa memakan waktu hingga delapan jam. Tidak banyak campur tangan mesin,” terangnya.
Moro Seneng juga menyediakan jajan pasar. Baik yang bercita rasa manis maupun asin. Yang jajan pasar manis bahan yang digunakan asli. Santannya selalu fresh serta kental. Juga menggunakan gula asli tanpa pemanis buatan. Kelapa yang digunakan pun diparut fresh setiap pagi.
Untuk jajan pasar cita rasa asin seperti lumpia, dimasak tradisional sampai tiga jam. Dalam pengolahan jajanan pasar dilakukan sendiri di dapur Moro Seneng Muntilan.
Melihat pasar dan tingginya minat masyarakat terhadap produk Moro Seneng, pihaknya membuka cabang di Kota Magelang. Sampai saat ini cabang Moro Seneng ada tiga. Yakni dua di Muntilan dan satu di Kota Magelang.
Selain di Magelang, Moro Seneng juga mengepakkan sayapnya ke Jakarta. “Di sana kita mempunyai empat cabang, yang tersebar di Jakarta Utara dan Jakarta Timur,” ujarnya.
Hadirnya Moro Seneng di Kota Magelang, mendapat respons positif dari para pecinta roti. Khususnya roti jadul khas Indonesia. Roti dan kue-kue Moro Seneng merupakan produk premium dengan cita rasa istimewa. Sehingga harga yang diberikan ke masyarakat menyesuaikan dengan kualitas yang ditawarkan.
“Pelanggan yang pernah berbelanja di sini pasti paham. Dengan harga yang dikeluarkan, mereka mendapatkan produk yang premium juga,” ungkapnya.
Salah seorang pembeli, Damayanti, warga Borobudur mengakui kelezatan roti dan kue Moro Seneng. “Penampilan kue-kuenya sangat indah, cita rasanya joss,”cetusnya sembari mengacungkan jempol.
Pelanggan juga bisa menikmati kue dan roti di tempat. Karena disediakan tempat yang nyaman. Ditemani minuman kopi dan teh tubruk tradisional. (rfk/bis/lis)
Cabang Moro Seneng
Jl Pemuda No 73 Muntilan, Kabupaten Magelang
Jl Yasmudi No 9 Muntilan, Kabupaten Magelang
Jl Jenggolo No 36 Kemiriejo, Kota Magelang
Tentang Moro Seneng
* Berdiri tahun 1967 di Muntilan
* Sediakan 200 varian roti dan kue tradisional
* Bahan-bahan kue dan roti selalu fresh serta asli
* Produk unggulan roti semir dan roti sobek Editor : Lis Retno Wibowo