Inisiator gapura, Didik Eksanto menceritakan awal mula ide muncul. Ia ingin membuat gapura abstrak, memanfaatkan limbah botol yang ada di bank sampah. Termasuk mengambil botol-botol plastik yang terseret air sungai. “Konsepnya memang pemanfaatan limbah di sekitar kita (pelita),” akunya, Selasa (16/8/2022).
Botol yang terkumpul itu kemudian dicat. Setelah kering, dirangkai membentuk gapura setinggi 4 meter, lebar 3,5 meter. Ia menggunakan beragam ukuran botol, kecil dan sedang. “Totalnya ada 1.200 botol yang kita pakai,” imbuhnya. Seluruh proses pembuatan gapura ini juga melibatkan semua warga. Kalangan anak muda dan ibu-ibu juga turut serta.
Gapura tersebut sudah berdiri sepekan lalu. Juga menjadi spot selfie baru di Kota Magelang. Fenomena ini diakui oleh Ketua RW 4, Agus Wahyudi. Ia kerap melihat banyak warga yang melintas, dan mampir untuk foto-foto di bawah gapura.
“Gapura ini menjadi bungah warga kami. Bisa dilihat, dipandang, dan banyak yang pada selfie ke sini,” akunya. (put/lis) Editor : Lis Retno Wibowo