RADARMAGELANG.ID – Dalam beberapa minggu terakhir, cuaca panas terasa semakin menyengat di berbagai wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui unggahan di laman Instagram resminya menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia yang membawa udara kering dan hangat.
BMKG mencatat, suhu udara maksimum di sejumlah daerah bisa menembus 34 hingga 37 derajat Celcius. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, keringat berlebih, bahkan berisiko mengalami heatstroke jika tidak diantisipasi dengan baik.
Oleh karenanya, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh menjadi hal penting agar tetap fit di tengah cuaca yang ekstrem.
Berikut 5 cara sederhana yang bisa dilakukan:
- Jaga Asupan Cairan Tubuh
Mempertahankan kadar cairan tubuh adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh di tengah cuaca yang panas. Ketika suhu udara meningkat, tubuh otomatis mengeluarkan lebih banyak keringat untuk menstabilkan suhu dalam. Proses ini membuat cairan tubuh cepat berkurang.
Minumlah air putih secara rutin. Disarankan untuk mengonsumsi 8-10 gelas air per hari atau lebih jika beraktivitas di luar ruangan. Hindari minuman seperti kopi, soda, dan alkohol karena dapat mempercepat proses dehidrasi. Sebagai alternatif penyegar dan penambah elektrolit alami, tambahkan irisan buah-buahan seperti mentimun atau lemon ke dalam air minum.
- Pilih Pakaian yang Nyaman dan Menyerap Keringat
Gunakan pakaian berbahan katun, linen, atau serat alami yang dapat menyerap keringat dan memungkinkan sirkulasi udara. Warna terang seperti putih, krem, atau biru muda membantu memantulkan panas, sedangkan warna gelap cenderung menyerapnya.
Apabila beraktivitas di luar ruangan, kenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
- Jaga Pola Makan dan Konsumsi Buah Berair Tinggi
Pilih makanan dengan gizi seimbang, kaya vitamin, dan mineral, serta mudah dicerna. Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan selada karena makanan ini dapat membantu proses hidrasi dari dalam.
Hindari makanan berminyak, pedas, atau porsi besar karena dapat menaikkan suhu internal tubuh dan memberatkan sistem pencernaan. Untuk menjaga energi, makanlah dalam porsi kecil namun lebih sering, misalnya 4-5 kali sehari. Dengan demikian, tubuh akan tetap mendapat asupan nutrisi tanpa terbebani.
- Batasi Aktivitas Fisik Berat di Siang Hari
BMKG mengimbau agar masyarakat menghindari aktivitas berat di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, saat intensitas sinar matahari berada di puncaknya.
Jika tetap harus beraktivitas, pastikan memakai pelindung diri dan membawa air minum.
Bagi pekerja lapangan, olahraga, atau pengemudi yang banyak terpapar matahari, penting juga mengenali gejala awal heat exhaustion, sepertu pusing, kulit kering, jantung berdebar cepat, dan mual. Apabila gejala muncul, segar acari tempat teduh dan minum air dalam jumlah cukup.
- Istirahat Cukup dan Tidur Berkualitas
Pastikan tidur minimal 7 jam setiap malam dalam ruangan yang sejuk dengan sirkulasi udara baik. Jika tidak memiliki pendingin udara, gunakan kipas angin dan atur udara agar ruangan tetap nyaman.
Tidur cukup membantu menjaga sistem imun tetap kuat, memperbaiki sel tubuh yang rusak, dan menjaga suasana hati tetap stabil. Selain itu, jangan lupa untuk mengelola stres dengan baik.
BMKG memprediksi cuaca panasi ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat suhu tinggi dan menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. (mg10)
Editor : H. Arif Riyanto