RADARMAGELANG.ID – Pernah merasa berdiri lama di depan lemari, bingung harus pakai baju apa, padahal stock baju numpuk? Tenang, kamu nggak sendirian.
Fenomena ini ternyata banyak dialami orang, terutama mereka yang punya lemari penuh tapi hanya berputar di baju-baju yang “itu-itu saja”.
Nah, dari keresahan itulah muncul konsep capsule wardrobe. Gaya berpakaian yang lagi ramai diperbincangkan, terutama di kalangan pecinta hidup minimalis.
Bukan sekadar soal fashion, capsule wardrobe mengajarkan bahwa kita tidak perlu punya banyak baju untuk tetap bisa tampil stylish setiap hari.
Capsule wardrobe merupakan konsep pengelolaan lemari pakaian dengan hanya menyimpan item-item esensial dan minimalis yang mudah dipadupadankan untuk berbagai momen.
Tujuannya adalah mengurangi kepemilikan pakaian berlebihan, mempermudah proses memilih outfit sehari-hari, sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih simpel dan praktis.
Istilah capsule wardrobe pertama kali muncul pada 1940-an dan dipopulerkan kembali pada tahun 1970-an oleh Susie Faux.
Lalu pada tahun 1985, desainer Donna Karan mengangkat kembali konsep ini dengan koleksi "7 Easy Pieces" yang memudahkan wanita untuk memiliki berbagai tampilan hanya dengan sejumlah pakaian terbatas yang fleksibel dipakai untuk berbagai aktivitas.
Buat kamu yang tertarik mencoba, langkah awalnya adalah decluttering alias memilah isi lemari.
Simpan hanya pakaian yang benar-benar kamu suka, nyaman dipakai, dan mudah dipadupadankan.
Berikut tips praktis untuk memulai capsule wardrobe :
- Decluttering
Pilih dan sisihkan pakaian yang jarang atau bahkan tidak pernah dipakai. Fokus menyimpan pakaian yang benar-benar nyaman dan kamu suka. Untuk pakaian yang sudah tidak digunakan, bisa disumbangkan atau jual preloved. - Tentukan palet warna netral
Memilih warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, navy, atau beige adalah kunci dalam capsule wardrobe. Warna-warna ini gampang dipadukan, jadi kamu bisa menciptakan banyak outfit meski dengan koleksi pakaian terbatas. Selain itu, pakaian dengan warna netral cenderung lebih timeless dan cocok untuk banyak suasana. - Fokus pada basic items
Pastikan punya item dasar seperti kaos polos, kemeja putih, jeans, blazer, dan sepatu dengan warna netral. Item-item ini adalah fondasi yang bisa di padukan ke berbagai gaya dan situasi. - Utamakan kualitas, bukan kuantitas
Daripada punya banyak baju cepat rusak, lebih baik investasi pada beberapa item berkualitas. Dengan begitu, kamu bisa hemat jangka panjang sekaligus tidak menambah limbah fashion. - Sesuaikan dengan gaya hidup
Kalau kamu mahasiswa, pekerja kantoran, atau sering traveling, isi capsule wardrobe bisa menyesuaikan kebutuhan harianmu. - Belajar mix & match
Kunci keberhasilan capsule wardrobe adalah kemampuan untuk memadukan berbagai item. Rutin mencoba mix & match akan membuat kamu semakin kreatif dan percaya diri.
Capsule wardrobe sebenarnya bukan hanya soal gaya, tapi juga cerminan bagaimana seseorang mengatur hidupnya.
Dengan menerapkan capsule wardrobe, kita belajar untuk lebih menghargai apa yang sudah dimiliki, serta mengurangi kebiasaan impulsif membeli baju hanya karena tren sesaat.
Mau coba mulai capsule wardrobe? Yuk, rapihkan lemari dan pilih barang-barang favoritmu mulai dari sekarang! (mg9/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo