RADAR MAGELANG.ID- Di era serba digital, masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan gaya hidup serba cepat dan praktis. Salah satu perubahan besar terlihat dalam cara bertransaksi. Jika dulu dompet penuh uang tunai dan kartu debit adalah andalan, kini cukup dengan satu kali scan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) pembayaran bisa langsung dilakukan.
Dikutip dari Bank Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. QRIS menggabungkan berbagai metode pembayaran digital dalam satu kode QR yang bisa diakses oleh semua penyelenggara jasa sistem pembayaran, mulai dari perbankan hingga e-wallet.
QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia pada 2019 kini semakin populer, terutama di kalangan generasi muda. Mulai dari cafe, toko ritel, hingga pedagang kaki lima di pasar tradisional, hampir semuanya sudah menerima pembayaran via QRIS.
Selain praktis dan cepat, QRIS dinilai juga lebih aman karena mengurangi resiko uang palsu maupun pencurian. Tak heran jika kini QRIS menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di zaman sekarang.
Bank Indonesia mencatat, pada Januari 2025, transaksi QRIS mencapai Rp 80,88 triliun dengan volume 790,79 juta transaksi. Angka ini tumbuh 170% year-on-year (yoy).
Tak berhenti di situ, hingga kuartal II 2025, nilai transaksi QRIS sudah menembus Rp 317 triliun dengan volume 6,1 miliar kali transaksi. Jumlah pengguna aktif QRIS kini sudah sekitar 57 juta orang, hampir menyentuh target 58 juta pengguna di akhir tahun.
Dari sisi merchant, Bank Indonesia mencatat ada 38,1 juta UMKM yang menggunakan QRIS per kuartal I 2025. Bahkan, 93% merchant QRIS berasal dari UMKM.
Inovasi QRIS juga merambah ke level internasional yang sudah bisa digunakan di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hingga Juni 2025, transaksi lintas negara melalui QRIS mencapai Rp 1,66 triliun.
Bank Indonesia juga memperkenalkan fitur QRIS Tap, yang memungkinkan transaksi tanpa perlu scan kode QR, cukup menempelkan ponsel ke mesin. Fitur ini langsung populer, dengan 47,8 juta pengguna hanya dalam dua bulan sejak peluncuran.
Bagi generasi muda, QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran, melainkan bagian dari gaya hidup digital. Dengan sekali scan, transaksi bisa dilakukan di mana saja seperti belanja kebutuhan harian, beli kopi, pesan makanan, hingga berdonasi untuk kegiatan sosial.
QRIS telah berkembang pesat dari sekadar inovasi pembayaran menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Praktis, cepat dan aman QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga menjadi simbol transformasi menuju ekonomi digital. (mg9)
Editor : H. Arif Riyanto