Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Hubungan Musik Lo-Fi dan Kaum Rebahan: Tenang dalam Bisingnya Dunia

Magang Radar Magelang • Minggu, 14 September 2025 | 04:20 WIB

Ilustrasi gadis yang sedang fokus belajar di meja ditemani kucing dan lampu tamaran kamarnya
Ilustrasi gadis yang sedang fokus belajar di meja ditemani kucing dan lampu tamaran kamarnya

RADARMAGELANG.ID -- Di tengah kehidupan yang terasa semakin gaduh dengan bolak-balik mengecek notifikasi ponsel kita, scroll di sosial media tanpa henti, kemudian ditambah dengan tumpukan tugas dan deadline, membuat banyak anak muda mencari cara yang sederhana untuk tetap bertahan: mengambil earphone dan memasangnya di telinga lalu memutar musik Lo-Fi.

Lagu-lagu Lo-Fi mungkin terdengar sederhana, malah terkadang seperti "un-finished song", yaitu musik yang belum jadi.

Kita bisa mendapati bunyi seperti kaset yang berderak, suara-suara noise seperti rintik hujan, atau mungkin dentuman dari drum yang terdengar agak kasar.

Namun, sebenarnya dari situlah yang mendatangkan kehangatan. Dengan ketidaksempurnaanya, musik Lo-Fi memberikan kesan yang lebih dekat dengan kita karena terasa sangat manusiawi.

Dari Kaset Analog ke Playlist Belajar

Istilah musik Lo-Fi berasal dari low fidelity (fidelitas rendah), yaitu musik yang memiliki kualitas suara yang berbanding dari standar studio atau bisa dibilang "kurang jernih".

Awal mulanya, ini ditemukan secara tidak sengaja karena cacatnya teknis yang terjadi ketika rekaman.

Namun banyak musisi yang malah menjadikannya sebagai ciri khas seperti Nujabes dari Jepang atau J Dilla musisi Amerika.

Di masa kini, Lo-Fi ini berkembang sebagai genre tersendiri. Apabila ditelusuri di YouTube dan Spotify mulai dipenuhi dengan Lo-Fi Hip Hop Radio, sampai dengan Beats to Study, yang biasa kamu temui lengkap dengan visual khasnya.

Seperti animasi cewek dengan fokus mengerjakan hal di meja belajarnya, biasanya juga ditemani kucing dan cahaya lampu tamaram di kamarnya.

Memang visulisasi yang pas dengan suasana kaum rebahan yang nyantai tapi tetap berkeinginan untuk produktif.

Kenapa Bisa Menenangkan?

Bukan sekadar sugesti, penelitian psikologi musik menunjukan bukti dengan mendengarkan musik bertempo lambat dan repetitif dapat menurunkan stres yang juga membantu untuk tetap fokus.

Konsistensi irama dari musik Lo-Fi juga bisa memberi stimulus pada otak kita untuk lebih mudah masuk ke fase "flow", yaitu fase saat kita mulai terlarut dalam suatu aktivitas tanpa mudah terdistraksi.

Ada riset yang menjelaskan bahwa musik dengan instrumen yang sederhana mampu meredamkan gangguan dalam berkonsentrasi dibanding dengan suara bising yang kita dengarkan dalam sehari-hari, seperti obrolan atau lalu lintas.

Bahkan hanya dengan pola napas tertentu pada musik bisa menurunkan detak jantung dan memberi efek yang rileks.

Memang tidak mengherankan apabila banyak pelajar dan mahasiswa yang mengandalkan musik Lo-Fi untuk sebagai teman mereka untuk mengerjakan tugas, lalu pekerja yang lembur di kantor, atau mungkin orang-orang yang sekadar membutukan "white noise" sebagai peredam bisiknya pikiran.

Lebih dari Sekadar Musik Internet

Lo-Fi di sekarang ini mulai menyajikan semacam budayanya tersendiri. Ada produser indie yang memproduksi beat-beat hangat, ilustrator yang menggambar latar kamar estetik, hingga para pendengar yang saling mengungkapkan isi hatinya pada kolom komentar.

Hal ini menimbulkan perasaan seperti terduduk di kafe virtual, dengan kesibukan pada dunianya masing-masing, tapi ada rasa ditemani.

Musik ini bahkan terasa seperti ritual bagi sebagian orang, yaitu memasang headset, membuka playlist Lo-Fi, menyeduh kopi atau teh, kemudian dunia dibiarkan melambat.

Tenang dalam Kesederhanaan

Lo-Fi bukan sekadar tentang kesempurnaan teknis, Namun seperti yang kita tahu, ia justru datang mengajarkan kita untuk menerima ketidaksempurnaan, yang menunjukkan bahwa dalam derak kaset, noise hujan sintetis, terdapat keindahan yang memberi ketenangan.

Kaum rebahan mungkin banyak dicap sebagai pemalas atau terlalu santai, namun lewat Lo-Fi ini, mereka menemukan caranya tersendiri yang sederhana untuk tetap fokus dan menjaga kewarasan batin.

Terkadang yang kita butuhkan hanyalah irama yang pelan, konsisten dan tidak menghakimi. Di tengah riuhnya dunia ini, bukankah kedamaian kecil lah yang pantas untuk dirayakan? (mg8/lis).

Editor : Lis Retno Wibowo
#generasi rebahan #Musik lo fi #kaum rebahan #Lo-Fi Hip Hop #lo-fi #internet #mendengarkan musik #musik #musik lo-fi indonesia #Playlist #rebahan