RADARMAGELANG.ID, Magelang – Tidur merupakan kebutuhan wajib bagi setiap orang yang dilakukan setiap hari.
Umumnya, sebagian besar orang Indonesia melakukan pola tidur sehari satu kali pada waktu malam hari.
Melansir dari Halodoc, lama waktu tidur ideal bagi orang dewasa yang disarankan yakni 7-9 jam setiap harinya.
Dengan pola tidur yang baik, tubuh menjadi rileks, sehingga otot-otot yang telah digunakan sepanjang hari dapat beristirahat dan dibangun kembali.
Saat tidur, otak mengeluarkan limbah produksi yang tidak digunakan.
Hal ini membuat tidur menjadi kewajiban tiap orang karena berperan dalam fungsi otak, fungsi metabolik, dan imunitas.
Tak hanya itu, tidur juga dapat mengatur emosi seseorang.
Ketika waktu tidur kurang, maka emosi negatif dapat meningkat hingga 60 %.
Mengacu pada pola tidur, terdapat pola tidur bifasik yang mungkin masih jarang diterapkan dan bahkan jarang diketahui orang.
Apa itu Pola Tidur Bifasik
Melansir dari Klikdokter, HelloSehat, dan Alodokter, pola tidur bifasik merupakan pola tidur yang membagi waktu tidur menjadi dua kali dalam sehari.
Pola tidur bifasik dapat disebut juga tidur bimodal, difasik, tersegmentasi, atau terbagi.
Pola tidur ini dilakukan di siang dan malam hari, dengan waktu tidur singkat di siang hari dan waktu tidur panjang di malam hari.
Namun, tidur siang yang dimaksud di sini bukan hanya dijadikan sebagai selingan atau dilakukan ketika mengantuk di siang hari saja.
Tetapi, tidur siang pada pola tidur bifasik harus dilakukan secara rutin setiap hari agar mendapatkan manfaat yang maksimal.
Cara Menerapkan Pola Tidur Bifasik
Ada dua cara menerapkan pola tidur bifasik, yaitu:
- Tidur 6 jam di malam hari, kemudian tidur 1-1,5 jam di siang hari;
- Tidur 7-8 jam di malam hari, kemudian tidur 30 menit di siang hari.
Pola tidur bifasik ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari- hari.
Misal, jika bekerja mulai dari malam hingga pagi hari, maka waktu tidur malam hari yang tertunda dapat diganti dengan waktu tidur siang hari yang lebih banyak.
Manfaat Pola Tidur Bifasik
Melansir dari Halodoc pada dasarnya, baik tidur langsung selama 7-8 jam di malam hari atau tidur yang dibagi menjadi dua bagian di siang dan malam hari sama-sama memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan.
Secara medis, berikut manfaat pola tidur bifasik yang diperoleh:
- Menjaga kadar gula darah
Dalam suatu studi, terdapat kajian mengenai manfaat pola tidur bifasik yang dapat menjaga kadar gula darah.
Pada studi tersebut, dipahami bahwa orang yang menerapkan pola tidur bifasik ternyata memiliki kadar gula darah yang lebih stabil.
Artinya, pola tidur bifasik sangat cocok diterapkan bagi penderita diabetes.
Hal ini diduga pola tidur bifasik membantu mengurangi stres berlebih.
- Meningkatkan daya konsentrasi
Menurut riset kesehatan, tidur siang selama 5-30 menit melalui pola tidur bifasik dapat memperbaiki fungsi kognitif dan meningkatkan daya konsentrasi.
Selain itu, pola tidur bifasik dapat mengatasi masalah kekurangan tidur bagi orang yang sering begadang.
- Meningkatkan energi
Cara alami tubuh mengisi energi yang telah dipakai seharian yakni dengan tidur, sehingga esok hari siap untuk melakukan aktivitas dengan baik.
Dalam mengumpulkan energi ini, pola tidur bifasik memberikan lebih banyak waktu istirahat tubuh lebih banyak dan optimal.
Jadi, pola tidur ini terbukti meningkatkan produktivitas dan semangat seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski tampaknya pola tidur bifasik masih jarang diterapkan dan kalah populer ketimbang tidur sekali di malam hari.
Namun, jika pola tidur ini diterapkan secara benar, maka berpotensi mendapatkan manfaat yang lebih optimal daripada hanya tidur malam saja.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas tidur agar semakin optimal, disarankan untuk juga menerapkan sleep hygiene, yakni kebiasaan tidur sehat yang baik untuk kesehatan mental dan tubuh.
Satu hal yang perlu diingat, bahwa pola tidur bifasik kurang cocok diterapkan untuk orang yang mengalami masalah psikologis tertentu, seperti depresi.
Hal ini disebabkan dapat memperburuk gejala bagi penderita.
Jadi, jika ingin menerapkan pola tidur bifasik lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (mg1/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo