Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Keajaiban Golden Ratio dalam Fotografi

Magang Radar Magelang • Selasa, 2 September 2025 | 20:35 WIB
Golden Ratio yang diterapkan pada sebuah tangga melingkar menciptakan visual yang menarik dan indah
Golden Ratio yang diterapkan pada sebuah tangga melingkar menciptakan visual yang menarik dan indah

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Golden Ratio atau rasio emas merupakan prinsip matematika yang menggambarkan rasio antara dua angka yang kira-kira sama dengan 1,618.

Rasio emas juga dapat dikenal sebagai rata-rata emas atau proporsi ilahi yang selama berabad-abad telah dianggap menjadi hal yang indah dan harmonis.

SEJARAH SINGKAT GOLDEN RATIO

Melansir dari artikel berjudul “The Golden Ratio in Photography: A Complete Guide” yang ditulis oleh Grace Fussell, konsep golden ratio ini pertama kali disebutkan sebagai huruf Yunani phi dalam elemen Euclid. Elemen Euclid merupakan sebuah karya klasik mengenai geometri dan memperoleh nama rasio ilahi di era Renaisans, Italia.

Namun, orang-orang matematikawan Yunani kuno telah menciptakan konsep ini dari akar kuadrat phi. Orang-orang Yunani tersebut menemukan golden ratio ketika mereka mempelajari bangun-bangun bersisi lima seperti pentagon.

Da Vinci menciptakan ilustrasi untuk “De Divina Proportione” (Tentang Proporsi Ilahi), sebuah buku tentang matematika yang ditulis oleh Luca Pacioli sekitar tahun 1498
Da Vinci menciptakan ilustrasi untuk “De Divina Proportione” (Tentang Proporsi Ilahi), sebuah buku tentang matematika yang ditulis oleh Luca Pacioli sekitar tahun 1498

Pada tahun 1509, seorang matematikawan asal Italia bernama Luca Pacioli menerbitkan De divina proportione, di mana ia menampilkan ilustrasi oleh Leonardo da Vinci. Ilustrasi itu menunjukkan bagaimana rasio emas dapat meningkatkan keindahan, keteraturan, dan membuat rasio emas terkenal di kalangan seniman dan matematikawan.

KONSEP GOLDEN RATIO

Melansir dari artikel berjudul “What is Golden Ratio” yang ditulis oleh Stephen Walton, konsep golden ratio dalam prinsip geometri didasarkan sebagai deret Fibonacci. Deret ini merupakan serangkaian angka yang tiap angkanya merupakan jumlah dua dari angka sebelumnya. Deret angka dapat dimulai dari 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, dan seterusnya.

Rasio emas ditemukan dengan membagi garis menjadi dua bagian yang tidak sama, sehingga bagian yang lebih panjang dibagi dengan bagian yang lebih kecil sama dengan panjang keseluruhan dibagi dengan bagian yang lebih panjang.

Pada matematika, golden ratio dapat dinyatakan sebagai berikut:

Ilustrasi penjelasan Golden Ratio dengan menggunakan persamaan matematika
Ilustrasi penjelasan Golden Ratio dengan menggunakan persamaan matematika

a/b = (a+b)/a = φ

Dapat dipahami bahwa a merupakan bagian garis yang lebih panjang, sementara b merupakan bagian garis yang lebih pendek. Dari hal ini, maka terciptalah konsep golden ratio dengan lambang phi (φ).

Mudahnya, bayangkan sebuah garis yang dibagi menjadi dua bagian, di mana garis a dibagi oleh garis yang lebih pendek yakni garis b. Hasilnya akan sama ketika kita menjumlahkan a dan b lalu dibagi a.

MENGAPA GOLDEN RATIO?

Melansir dari ProGrade Digital, golden ratio dalam fotografi dapat memberikan proporsi dan harmoni yang indah. Meskipun kita belum bisa memahami seluruh konsep ini, tetapi gambar yang disusun mengikuti golden ratio akan tampak alami dan menyenangkan mata. Bahkan, penyesuaian terkecil sekalipun yang membuat komposisi lebih akurat terhadap golden ratio akan secara signifikan mempengaruhi cara kita memandang gambar tersebut.

Kita tampaknya telah terprogram untuk lebih menyukai gambar yang disusun mengikuti golden ratio. Tak heran, konsep ini dapat tertanam jauh di dalam diri kita dan tubuh kita pun tampaknya mengikuti rasio matematika yang harmonis ini. Rasio emas atau golden ratio dapat kita temukan di alam. Dari tumbuhan, gelombang laut, hingga awan badai.

Para seniman dan arsitek telah menerapkan golden ratio ini dalam karya mereka selama berabad-abad. Salah satu karya yang paling terkenal adalah Leonardo Da Vinci, yang mengilustrasikan buku berjudul De Divina Proportione ('Proporsi Ilahi').

Saat kita melihat gambar atau foto yang disusun mengikuti golden ratio, mata kita secara alami dipandu melalui gambar dan tertarik ke titik-titik yang menarik.

CARA MENERAPKAN TEKNIK GOLDEN RATIO YAKNI SPIRAL FIBONACCI DALAM FOTOGRAFI

Melansir dari artikel berjudul “The Golden Ratio in Photography: What it is, and How to Use it” karya Kelly dan diterbitkan di situs PhotographyHero, golden ratio dapat diterapkan dengan menggunakan diagram yang merinci spiral Fibonacci dengan garis-garis utama 1:1.618. Spiral Fibonacci merupakan salah satu cara utama fotografer dapat menggunakan rasio emas dalam fotografi. Contohnya seperti gambar di bawah ini:

Ilustrasi penerapan Golden Ratio dalam bingkai gambar
Ilustrasi penerapan Golden Ratio dalam bingkai gambar

Cara mudah untuk mulai menggunakan spiral Fibonacci adalah dengan memotret objek diam dan menempatkannya membentuk angka sembilan yang mengalir, dengan subjek Anda berada di lingkaran angka sembilan tersebut.

Contoh penerapan golden ratio pada gambar landscape pegunungan es
Contoh penerapan golden ratio pada gambar landscape pegunungan es

Mirip dengan rule of third, golden ratio menempatkan subjek di persimpangan garis dalam menciptakan gambar yang lebih menarik bagi pemirsa. Dengan membiarkan atau memotong sesuatu dari gambar yang mungkin tidak dilakukan sebelumnya, maka akan membantu mengubah cara kita mengambil gambar.

Seperti penjelasan di atas, memusatkan objek menarik tepat di titik perpotongan garis emas dengan membayangkan angka 9 pada frame gambar yang ingin ditangkap merupakan cara mudah yang dapat dilakukan.

Namun, perlu diingat bahwa dalam fotografi, teknik komposisi yang digunakan bukanlah faktor utama penentu foto terlihat bagus dan menarik. Tetapi, bagaimana kita menciptakan keindahan dan momen yang estetik secara visual.

Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik golden ratio.

Dalam fotografi, kemampuan imajinasi dan kreativitas sangat dibutuhkan agar mendapatkan foto indah dan menarik. (mg1/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#fibonacci spiral #teknik fotografi #fibonacci #fotografi #rasio emas #photography #golden ratio