RADARMAGELANG.ID–Di era yang serba digital seperti saat ini, ponsel pintar atau smartphone sudah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan.
Hampir semua orang kini memiliki ponsel genggam yang memiliki berbagai fitur canggih tersebut dan selalu dibawa ke mana-mana.
Ponsel genggam atau simpelnya disebut HP adalah perangkat cerdas yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
HP yang pada awalnya dibuat hanya untuk keperluan komunikasi, kini sudah merambah ke fungsi-fungsi lain.
Salah satu fungsi tersebut adalah untuk mengabadikan sesuatu menggunakan perangkat kamera pada HP.
Semenjak proses digitalisasi yang masif dalam satu dekade terakhir, kebutuhan akan informasi visual seperti foto dan video melonjak tinggi.
Informasi digital kini lebih mengedepankan penyajian visual sebagai sarana utama penyampaian pesan.
Media sosial misalnya, adalah salah satu produk dari digitalisasi yang memungkinkan setiap orang untuk memberikan informasi ke khalayak luas.
Media sosial baik yang dibuat untuk keperluan pribadi maupun bisnis dan lain-lain, sama-sama berkeinginan untuk membagikan visual terbaik untuk dilihat banyak orang.
Maka dari itu, pengetahuan dasar dalam pengambilan foto adalah hal yang cukup esensial.
Dengan semakin canggihnya smartphone, fitur kamera pun semakin baik dan terjangkau.
Umumnya, merek-merek smartphone memamerkan satuan megapiksel yang digunakan sebagai tolok ukur kecanggihan fitur kamera yang dapat dibandingkan dengan satu sama lainnya dalam persaingan dagang.
Ponsel Android misalnya, yang pada awalnya mengusung kamera mulai dari lima megapixel, kini pada tahun 2025 seri HP ada yang sudah memuat kamera hingga 108 megapixel bahkan 200 megapiksel.
Megapiksel itu sendiri adalah satuan kejernihan foto yang dihitung dari jumlah pixel, semakin banyak pixel maka foto semakin jernih dan tajam.
Di samping meningkatnya satuan megapiksel pada kamera HP, pengoperasiannya pun semakin mudah apalagi kini merek smartphone sudah mengaplikasikan AI dalam fitur kamera.
Hal ini membuat pengabadian gambar dengan kamera hp sangat effortless.
Dengan akses kamera yang mudah tersebut, setiap orang bisa mengabadikan momen menjadi sebuah foto.
Meski begitu, kamera hp sejatinya adalah alat, pengetahuan dan teknik memotret adalah faktor utama untuk menghasilkan foto yang bagus.
Untuk itu, Jawa Pos Radar Magelang telah merangkum beberapa tips dalam memotret menggunakan kamera HP agar hasilnya tidak kalah dari foto dengan kamera.
1. Pencahayaan Yang Cukup
Aktivitas memotret sebenarnya adalah menangkap cahaya hang kemudian diubah menjadi bentuk digital yang dapat dilihat oleh mata.
Fotografi sendiri memiliki makna melukis cahaya, dari phos yang berarti cahaya, dan graphe yang berarti melukis atau menulis.
Dilihat dari namanya saja, sudah jelas bahwa cahaya adalah faktor utama dalam memotret.
Pencahayaan yang buruk tidak akan menghasilkan foto yang bagus meski menggunakan kamera secanggih apapun.
Maka dari itu, perlu memperhatikan pencahayaan terhadap objek yang akan dipotret.
Dalam memotret, usahakan objek yang difoto mendapatkan cahaya yang cukup.
Seperti halnya kamera, prinsip exposure atau penerangan juga digunakan dalam kamera HP, cahaya yang tidak cukup akan memaksa kamera untuk menaikkan sensitivitas sensor yang akan membuat foto menjadi berbintik, disebut noise.
Selain itu, besar kemungkinan juga HP akan menurunkan kecepatan rana sehingga foto yang dihasilkan akan menjadi kabur.
2. Hindari Gerakan Tangan Yang Tidak Perlu
Ketika memotret dengan cara memegang HP menggunakan tangan, foto yang dihasilkan berisiko memiliki detail yang agak kabur ketika di-zoom.
Hal ini diakibatkan karena secara natural, tangan kita tidak bisa seratus persen diam tidak bergerak.
Maka untuk menyiasati hal ini, kita perlu memegang HP yang kita gunakan sestabil mungkin ketika proses memotret.
Jika perlu, gunakan tumpuan untuk membantu kestabilan tangan.
Misalnya bisa menggunakan tripod, menggunakan siku, atau bisa juga menggunakan permukaan datar untuk meletakkan HP.
Jika memutuskan untuk memotret tanpa tumpuan, kita bisa menggunakan teknik pernapasan untuk meminimalkan getaran tangan, bisa dengan menahan nafas sejenak atau bernapas secara rileks dan pelan.
3. Perhatikan Komposisi Foto
Komposisi foto adalah bagaimana cara kita menghubungkan berbagai elemen ke dalam satu bingkai.
Dengan kata lain, komposisi adalah cara kita menyajikan objek utama dengan memanfaatkan elemen pendukung di sekitarnya.
Komposisi sangat penting karena komposisi dapat memperkuat kesan atau cerita di dalam foto sehingga penikmat dapat menangkap maksud tanpa perlu dijelaskan.
Contoh dari hal ini adalah misal kita hendak memotret bunga, orang awam mungkin akan memotretnya langsung dari tempat ia berdiri.
Namun alangkah lebih baiknya, coba eksplorasi berbagai macam sudut pandang dari bunga yang sama, cobalah potret dari bawah, atau dari atas, dan masukkan unsur unsur pendukung seperti misal daunnya, atau bunga-bunga di sekitarnya.
Hal tersebut menjadikan foto lebih unik karena dapat menyajikan objek yang biasa namun dengan sudut pandang yang tidak biasa mata lihat.
4. Gunakan Mode Manual
Meski kamera HP kini menawarkan fitur-fitur yang praktis untuk memudahkan semua orang dalam memotret, fitur manual dalam kamera HP masih tetap menjadi suatu hal yang penting.
Hampir setiap kamera HP dibekali dengan fitur manual, hal ini memungkinkan pengguna untuk lebih leluasa mengatur berbagai elemen utama dalam memotret sesuai dengan kondisi pencahayaan dan objek yang difoto, misalnya kecepatan rana, ISO, dan bukaan atau aperture.
Secara singkat, ISO adalah sensitivitas sensor terhadap cahaya, semakin tinggi maka semakin cerah namun semakin tidak tajam fotonya.
Kecepatan rana adalah waktu yang dibutuhkan kamera untuk memotret gambar, semakin cepat, foto akan semakin tajam namun gelap.
Sedangkan bukaan atau aperture adalah seberapa besar lensa kamera terbuka ketika pengambilan foto, namun dalam fotografi smartphone, bukaan dapat disimpulkan menjadi tajam atau tidaknya latar belakang foto.
Ketiga unsur tersebut yaitu ISO, rana, dan bukaan saling melengkapi satu sama lainnya dan disebut sebagai segitiga eksposur.
Jika kamera smartphone tidak dilengkapi fitur manual, maka dapat mengunduh aplikasi pihak ketiga berupa aplikasi kamera dengan fitur manual.
Ada banyak aplikasi kamera yang tersedia secara gratis.
5. Lakukan Editing dan Pengolahan Foto
Editing adalah langkah terakhir dalam proses pengambilan foto.
Foto yang sudah diambil masih bisa dipercantik lagi melalui proses pengolahan foto.
Mengedit foto dapat dilakukan dengan berbagai macam aplikasi.
Aplikasi-aplikasi edit foto yang ada di smartphone di antara adalah Lightroom Mobile, Snapseed, da Picsart.
Perlu diperhatikan, mengedit foto sebaiknya jangan dilakukan secara berlebihan, editlah foto cukup dengan mengoreksi warna, kontras, dan ketajaman.
Lebih dari itu, edit foto mulai memasuki ranah manipulasi yang berisiko menghilangkan esensi keaslian foto. (mg4/aro)
Editor : H. Arif Riyanto