RADARMAGELANG.ID, Magelang – Salah satu masalah yang terjadi ketika memelihara anggrek adalah busuk akar. Akar yang membusuk akan mendatangkan bakteri dan jamur.
Ketika bakteri dan jamur tumbuh subur, tanaman anggrek pun akan layu dan akhirnya mati. Busuk akar terjadi karena kesalahan penyiraman.
Terlalu sering disiram, sementara kemampuan akar menyerap air terbatas. Akibatnya tumbuh bakteri dan jamur.
Di samping itu karena pot yang tidak bisa mengalirkan air dengan lancar. Atau drainasenya tidak bagus. Akibatnya air menggenang di dalam media tanam.
Bila daun anggrek menguning dan lemas, segera periksa akarnya. Kalau akarnya berwarna coklat dan lembek, sudah pasti ada masalah. Untuk mengatasi itu ada beberapa langkah yang harus segera dilakukan.
- Potong akar yang rusak
Segera keluarkan anggrek dari potnya. Periksa seberapa parah akar yang membusuk tersebut. Bersihkan akar dari medianya. Periksa dengan teliti.
Lalu potong akar yang membusuk atau rusak. Gunting semua akar yang kempes. Sebelum ditanam lagi semprot akar dengan fungisida agar tidak tumbuh jamur.
- Ganti pot yang baru
Setelah anggrek dibersihkan dari akar yang membusuk, tanam kembali di pot yang baru. Mengapa pot baru? Agar lebih aman dari sisa jamur atau bakteri di pot yang lama.
Pilih pot yang memiliki lubang-lubang untuk mengalirkan air saat penyiraman. Dengan kata lain, gunakan pot yang memiliki dranase baik.
Sehingga, saat disiram air akan mengalir dengan lancar tanpa menggenang di dalam pot.
Di samping itu, lubang pot berfungsi mengalirkan udara. Dengan sirkulasi udara yang baik tidak akan membuhkan jamur atau bakteri.
Pot tanah liat bisa menjadi pilihan, karena pot ini dapat menyerap air dari akar dan menahan sedikit air. Sehingga tidak ada genangan dalam pot.
- Pilih media tanam yang aman
Tak hanya pot, media tanam sebaiknya juga baru. Agar tanaman benar-benar terhindar dari bakteri dan jamur. Pilih media tanam yang mampu mengalirkan air dengan baik dan sirkulasi udara yang baik pula.
Anda dapat menggunakan media campuran arang, dengan pecahan kulit kayu atau akar pakis.
Bila menggunakan moss, penyiraman harus hati-hati tidak boleh terlalu sering. Karena moss memiliki sifat menahan air.
Anggrek yang telah diganti media tanam dan potnya, perlu disemprot denga vitamin B1 agar tidak stres dan cepat tumbuh kembali.
Yang perlu diperhatikan adalah penyiraman jangan terlalu sering. Lakukan penyiraman secara teratur seminggu dua kali sambil melihat media tanamnya.
Di samping itu semprot dengan pupuk seminggu sekali. Banyak dijual berbagai pupuk khusus anggrek.
Ada pupuk penumbuh akar, daun dan bunga. Semprotkan seminggu sekali secara teratur untuk memberi nutrisi pada anggrek.
Satu lagi yang penting adalah sirkulasi udara. Tempatkan anggrek di area yang terkena tiupan angin. Angin akan membuat anggrek lebih sehat.
Di atas adalah langkah-langkah untuk memperbaiki anggrek yang terkena busuk akar.
Jangan putus asa, membutuhkan waktu cukup lama agar anggrek tumbuh lagi. Semoga berhasil. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo