Memahami Tren “Stop the Wedding” yang Sedang Viral

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Sepasang pengantin memegang buket bunga mawar merah di balik tren "Stop the Wedding" yang ramai di media sosial.
Sepasang pengantin memegang buket bunga mawar merah di balik tren "Stop the Wedding" yang ramai di media sosial.

RADARMAGELANG.ID - “Stop the Wedding” adalah tren media sosial yang ramai sejak awal Oktober 2026 di TikTok dan Instagram.

Namanya merujuk pada sebuah lagu, tetapi isi unggahannya bisa berbeda-beda: sebagian bernada lucu, sebagian lebih serius.

Tren ini terhubung dengan lagu “Stop the Wedding!” karya penyanyi Amerika Serikat, Ashe. Audio tersebut sering dipakai dalam unggahan tren ini, sehingga membantu konten muncul ketika orang mencari tren yang sama.

Menurut RouteNote, lagu ini bercerita tentang keinginan untuk kembali ke masa lalu dan menyuruh diri sendiri yang lebih muda meninggalkan hubungan yang membuat tidak bahagia.

Ashe disebut menulisnya setelah merenungkan perbedaan besar antara pernikahan pertamanya dan yang kedua. RouteNote juga melaporkan bahwa lagu ini mencapai peringkat 4 di tangga lagu single resmi Inggris pada Oktober.

Bentuk tren yang paling umum adalah karosel foto. Slide pertama berisi kalimat pembuka “Stop the wedding, but…”, lalu beberapa slide berikutnya menampilkan foto pernikahan dengan keterangan singkat tentang hal yang ingin diubah atau yang salah di hari itu.

Contoh dalam laporan tersebut berkisar dari makanan yang habis sampai fotografer yang kurang memotret acara. Format serupa juga disebut ada di Instagram, di mana tren ini mengubah penyesalan soal pernikahan menjadi karosel.

Di Indonesia, lagu ini ramai dibahas melalui TikTok.

Media lokal menyebut lagu tersebut viral sebagai pengiring cerita tentang hubungan yang tidak sehat.

Liriknya menggambarkan keraguan seseorang menjelang hari pernikahan.

Karena itu, penggunaan di sini cenderung lebih personal dan serius dibandingkan versi karosel yang bernada jenaka.

Dengan demikian, tren ini dipakai dengan dua cara. Yang pertama ringan: orang menertawakan hal-hal kecil di hari pernikahannya.

Yang kedua lebih reflektif. Sebuah ulasan dari Life Coaching Today menyebut bahwa sebagian unggahan lucu, tetapi sebagian lain sebenarnya tidak berkaitan dengan hal sepele seperti kue, melainkan dengan penyesalan yang lebih dalam.

Di TikTok juga ada pembahasan tentang mengapa memamerkan hubungan yang bahagia dengan tren ini bisa terasa kurang peka dan pentingnya membaca situasi. (mg1)

Editor : H. Arif Riyanto
amerika serikat wedding fotografer pernikahan viral