Kumpulan Mitos Jawa yang Sering Dilakukan

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 13:09 WIB
Mitos Jawa yang masih dipercaya di era sekarang.
Mitos Jawa yang masih dipercaya di era sekarang.

RADARMAGELANG.ID – Mitos yang tumbuh secara turun-temurun di keseharian masyarakat, terutama di Jawa kerap dianggap sebagai pedoman perilaku sekaligus tindak-tanduk berperilaku.

Meskipun keyakinan seseoran ke mitos yang beredar tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, namun kepercayaan seseorang terhapat mitos tertentu juga bukan sepenuhnya keliru. Beberapa mitos yang dipercaya tersebut, justru tersembunyi makna atau pesan yang ingin disampaikan.

Mari simak 5 contoh mitos Jawa yang masih dipercaya oleh beberapa orang di bawah ini:

1.       Mitos Memotong Kuku di Malam Hari

Untuk sebagian masyarakat Jawa, memotong kuku pada malam hari diyakini akan mendatangkan kesialan dan memperpendek umur seseorang. Kemunculan mitos tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, seperti keamanan dan kebersihan.

 

Alasannya untuk mencegah jari terluka saat memotong kuku di malam hari dikarenakan minimnya penerangan sehingga dapat mengganggu penglihatan. Alasan lainnya karena potongan kuku yang tersebar lebih sulit untuk dibersihkan akan menyebabkan kotoran menyebar.

 

2.       Mitos Makan Sayap Ayam Buat Anak Gadis

Menurut kepercayaan, anak gadis yang makan sayap ayam akan sulit untuk mendapatkan jodoh atau jodohnya akan “terbang” menjauh. Meskipun terdengar tidak masuk akal, beberapa alasan yang mendasarinya berkaitan dengan etika makan dan kesehatan.

 

Sayap ayam mengandung lemak yang cukup tinggi dan dapat mengganggu keseimbangan hormon pada wanita yang bisa memicu obesitas atau jerawat. Dalam etika makan, larangan ini dimaksudkan agar anak tidak terlalu focus pada satu makanan saja dan mau berbagi makanan.

 

3.       Mitos Larangan Tidur Siang di Hari Jumat

Salah satu mitos Jawa yang belum terdengar oleh banyak orang, namun menjadi mitos yang masih sering diyakini. Larangan tersebut jika dilakukan akan membawa kesialan atau bahkan orang yang melakukannya akan dianggap bodoh.

 

Penjelasan yang mendasari mitos ini berkaitan dengan nilai keagamaan bagi umat Islam yang menilai jika hari Jumat adalah hari yang istimewa, sehingga lebih baik diisi dengan kegiatan yang produktif.

 

4.       Mitos Duduk di Atas Bantal

Orang yang percaya dengan mitos ini menganggap jika duduk di atas bantal akan menyebabkan bisulan atau penyakit kulit lainnya.

 

Alasan munculnya mitos ini dilandasi karena moral yang mana bantal merupakan barang untuk menidurkan kepala dengan nyaman, sehingga tidak sopan jika digunakan untuk tempat duduk. Selain itu, bantal yang digunakan untuk duduk, dikhawatirkan akan membawa kuman atau kotoran, sehingga berpotensi kotor dan menimbulkan penyakit untuk kulit.

 

5.       Mitos Keluar Rumah Saat Maghrib

Mitos ini sering digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak dengan mengaitkannya terhadap “wewe gombel” yang muncul ketika waktu maghrib. Anak-anak yang bermain atau keluar rumah saat maghrib akan diganggu bahkan diculik oleh makhluk halus.

Alasan logisnya berkaitan dengan keamanan yang mana waktu maghrib yakni waktu peralihan dari siang ke malam yang menyebabkan minimnya visibilitas dikarenakan penerangannya yang semakin gelap. Dikhawatirkan risiko kecelakaan maupun kejahatan jadi lebih mudah dilakukan terhadap anak-anak yang masih di luar rumah pada waktu maghrib.

Beberapa mitos di atas masih dipegang oleh beberapa masyarakat Jawa sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai keagamaan dan menghormati nilai social di lingkungan masyarakat. (mg10)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
mitos jawa makan sayap ayam tidur siang hari jumat duduk di atas bantal Memotong Kuku di Malam Hari