RADARMAGELANG.ID--Jus buah sering dianggap pilihan sehat dan praktis. Namun para ahli gizi mengingatkan bahwa buah utuh umumnya tetap lebih unggul dibanding buah yang dijus. Yang membedakan antara buah utuh dengan jus di antaranya:
1. Serat yang hilang saat dijus
Perbedaan terbesarnya ada pada serat. Saat buah diperas atau disaring, sebagian besar seratnya terbuang. Padahal serat membantu pencernaan, memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, dan membuat perut kenyang lebih lama.
2. Lebih mudah berlebihan
Satu gelas jus bisa berisi 3-4 buah, dan jus diminum jauh lebih cepat daripada makan buahnya. Akibatnya, asupan gula dan kalori bisa melonjak tanpa terasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengategorikan gula dalam jus sebagai gula bebas, yang dianjurkan untuk dibatasi.
3. Dampak pada gula darah
Pada buah utuh, gula terikat dalam serat dan dinding sel buah, sehingga tubuh butuh waktu lebih lama untuk mencernanya. Gula pun masuk ke darah secara bertahap. Pada jus, serat sudah hancur atau terbuang, sehingga gula langsung bebas dan cepat terserap. Akibatnya kadar gula darah bisa naik lebih tajam dan cepat.
4. Tidak membuat kenyang
Mengunyah memberi sinyal kenyang ke otak, sedangkan minuman cair dicerna lebih cepat sehingga rasa kenyangnya singkat. Penelitian menunjukkan kalori dari minuman cenderung tidak diperhitungkan tubuh seperti kalori dari makanan padat, sehingga orang tetap makan dalam jumlah yang sama. Hasilnya, total kalori harian bisa bertambah.
5. Nutrisi tidak selalu utuh
Saat buah dijus, sebagian senyawa bermanfaat ikut berkurang. Kulit dan ampas buah mengandung antioksidan, polifenol, dan flavonoid dalam jumlah cukup besar, dan bagian ini sering terbuang. Proses penyaringan, paparan udara, dan penyimpanan juga membuat vitamin C pada jus cepat menurun.
Jus 100% tanpa tambahan gula tetap mengandung vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan kalium, sehingga bisa menjadi alternatif bagi orang yang sulit makan buah. Namun, jus sebaiknya dibatasi sekitar satu gelas kecil (±150 ml) per hari dan tidak menggantikan buah utuh sebagai camilan harian. Jika membuat jus sendiri, sebaiknya jangan disaring agar serat ikut terminum, serta tidak perlu menambahkan gula, sirup, atau susu kental manis. Untuk jus buah kemasan yang diperjualbelikan di minimarket perlu diwaspadai karena kandungan buah aslinya sering sangat sedikit dan memiliki kadar gula yang tinggi. (mg5)
Editor : H. Arif Riyanto