RADARMAGELANG.ID - "Cowok mikirnya pakai logika, cewek mikirnya pakai perasaan" kalimat ini mungkin sering kamu dengar, entah sebagai candaan atau keluhan dalam hubungan. Tapi apakah anggapan ini benar-benar punya dasar ilmiah, atau sekadar label yang terlanjur melekat di masyarakat? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu ada beberapa faktor yang saling terkait di baliknya, mulai dari struktur otak, hormon, hingga cara seseorang dibesarkan.
1. Otak Pria dan Wanita Memang Tidak Identik
Banyak yang mengira otak pria yang lebih besar membuatnya "lebih rasional", padahal ukuran bukan faktor penentunya. Bagian otak yang justru berperan besar adalah lobus parietal inferior, area yang berhubungan dengan kemampuan berpikir logis dan cenderung lebih berkembang pada pria. Struktur otak pria juga lebih banyak diisi materi abu-abu, yang membuat mereka relatif kurang sensitif terhadap sinyal emosional. Sebaliknya, otak wanita punya proporsi materi putih yang lebih tinggi bagian yang bertugas mengolah informasi sehingga wanita umumnya lebih cakap dalam hal berbahasa dan komunikasi.
2. Hormon Ikut Menentukan Cara Berpikir
Selain struktur otak, hormon juga punya andil. Estradiol, salah satu bentuk hormon estrogen yang jumlahnya lebih banyak pada wanita, diketahui berkaitan dengan kemampuan komunikasi. Di sisi pria, hormon androgen justru lebih berperan dalam mengasah kemampuan spasial atau kepekaan terhadap ruang inilah kenapa banyak pria tertarik pada hal-hal teknis seperti merakit atau merancang sesuatu secara mekanis. Menariknya, kedua hormon ini sebenarnya ada di tubuh pria maupun wanita, hanya berbeda porsinya saja.
3. Bukan Cuma Biologi, Lingkungan Juga Berperan
Kalau bicara soal cara berpikir, faktor bawaan biologis saja tidak cukup menjelaskan semuanya. Sejak kecil, anak laki-laki dan perempuan kerap diperlakukan berbeda oleh lingkungan sekitarnya, entah dari cara mendidik, mainan yang diberikan, atau ekspektasi sosial yang melekat. Pola asuh dan stereotip semacam ini turut membentuk cara berpikir seseorang seiring waktu. Karena itu, dua orang dengan jenis kelamin sama pun bisa punya cara berpikir yang jauh berbeda kalau dibesarkan dengan cara yang tidak sama.
4. Cara Mengambil Keputusan Juga Beda
Riset dari The University of Sydney menemukan bahwa pria dan wanita memang punya pola pengambilan keputusan yang berbeda. Pria cenderung memutuskan sesuatu dengan cepat dan tegas, karena pendekatannya lebih praktis dan langsung menilai situasi yang ada di depan mata. Wanita, di sisi lain, biasanya perlu waktu lebih panjang untuk memutuskan bukan karena terlalu emosional, tapi karena mereka lebih dulu memikirkan berbagai kemungkinan dampak dari pilihan yang akan diambil.
5. Soal Negosiasi, Wanita Sedikit Unggul
Penelitian dari Universitas Islam Indonesia mengaitkan kemampuan negosiasi dengan kemampuan komunikasi seseorang, dan dari situ ditemukan wanita cenderung sedikit lebih unggul dalam bernegosiasi. Meski begitu, penelitian yang sama juga mencatat tidak ada perbedaan mencolok antara mahasiswa pria dan wanita dalam hal ini, jadi kesimpulan tersebut belum bisa dianggap final.
Tidak ada yang lebih unggul di antara keduanya. Logika dan perasaan sama-sama dibutuhkan dalam mengambil keputusan maupun menjalani hubungan sehari-hari. Anggapan "pria logika, wanita perasaan" lebih tepat dilihat sebagai kecenderungan umum yang dipengaruhi biologi dan lingkungan, bukan aturan baku yang berlaku untuk setiap individu. (mg1)
Editor : H. Arif Riyanto