Bukan Cuma Soal Bola Masuk Lubang: Ini Alasan Gen Z Betah Berlama-lama di Meja Biliar

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:14 WIB
 Orang yang fokus untuk memasukkan bola ke lubang meja biliar. (FOTO ISTIMEWA)
 Orang yang fokus untuk memasukkan bola ke lubang meja biliar. (FOTO ISTIMEWA)

RADARMAGELANG.ID-Biliar dulu identik dengan citra permainan santai di kafe atau sudut tempat nongkrong yang temaram.

Tapi beberapa tahun terakhir, citra itu berubah drastis. 

Olahraga meja hijau ini naik kelas menjadi salah satu aktivitas favorit anak muda, khususnya Gen Z, yang rela menghabiskan berjam-jam di depan meja biliar. Fenomena ini tidak muncul begitu saja ada kombinasi faktor sosial, psikologis, hingga pengaruh media sosial yang mendorongnya. (10/9/26)

1.      Ruang Nongkrong yang Menyenangkan

Bagi Gen Z, biliar bukan sekadar soal memasukkan bola ke lubang meja. Banyak yang datang justru untuk menghabiskan waktu bersama teman, mengobrol, tertawa, sambil sesekali bermain. Suasana santai ini membuat tempat biliar terasa lebih seperti ruang berkumpul ketimbang arena kompetisi semata. Gaya bermain yang fleksibel seperti ini cocok dengan kebiasaan anak muda yang gemar mengisi waktu luang bersama circle pertemanan sambil melakukan sesuatu yang seru.

2.      Melatih Fokus di Tengah Dunia yang Serba Cepat

Hidup di era digital membuat banyak orang, terutama generasi muda, terbiasa dengan segala hal yang serba instan dan penuh distraksi dari media sosial. Biliar tampil sebagai kontras dari itu semua olahraga yang menuntut ketenangan, konsentrasi, dan kesabaran. Setiap pukulan harus diperhitungkan dengan cermat, memaksa pemain untuk fokus penuh pada satu hal. Bagi sebagian Gen Z, momen semacam ini justru terasa menyegarkan karena memberi jeda dari hiruk-pikuk dunia digital yang serba cepat.

3.      Viral di Media Sosial

Seperti tren olahraga lain, popularitas biliar juga ikut terdongkrak lewat media sosial. Video trik biliar yang sulit, momen pertandingan yang menegangkan, sampai profil pemain profesional kerap wara-wiri di TikTok dan Instagram. Konten-konten seperti ini berhasil memancing rasa penasaran anak muda, membuat mereka ingin mencoba langsung dan merasakan sendiri sensasi bermain biliar.

4.      Terinspirasi Prestasi Atlet Biliar Indonesia

Keberhasilan atlet biliar Indonesia di berbagai turnamen internasional turut mengangkat citra olahraga ini di mata masyarakat, terutama generasi muda.

Prestasi tersebut membuktikan bahwa biliar bukan sekadar hiburan, melainkan juga olahraga yang bisa mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Hal ini memotivasi sebagian anak muda untuk menekuninya lebih serius, meski tak sedikit pula yang tetap menikmatinya sekadar sebagai hobi.

Pada akhirnya, biliar membuktikan bahwa tidak semua olahraga harus identik dengan keringat dan kecepatan. Di tengah gempuran dunia digital yang serba cepat, biliar justru menawarkan sesuatu yang berbeda ruang untuk fokus, momen untuk terhubung dengan teman, dan tempat nyaman untuk sekadar menikmati waktu bersama.

Dengan dukungan media sosial, prestasi atlet nasional, serta tempat bermain yang terus berbenah menjadi lebih menarik, tak heran jika biliar kini berubah menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z bukan sekadar permainan lama yang dilupakan zaman, melainkan olahraga yang menemukan relevansinya kembali di era modern. (mg4)

Editor : H. Arif Riyanto
biliar Gen Z media sosial nongkrong prestasi