RADARMAGELANG.ID- Tempe yang sudah lama disimpan biasanya akan berubah warna dan memiliki aroma yang khas, itulah yang dinamakan tempe semangit, nama semangit berasal dari bahasa Jawa sangit yang artinya beraroma menyengat.
Tempe semangit merupakn tempe yang sudah melewati masa fermentasi lebih dari 48-72 jam atau kurang lebih 2-3 hari. Ketika tempe sudah terlalu lama dan beraroma menyengat, kebanyakan orang pasti akan langsung membuangnya padahal itu merupakan proses fermentasi lanjutan yang menjadikan tempe semangit lebih lembut, mudah dicerna, dan mengandung banyak nutrisi. Tempe semangit tersebut masih bisa dikonsumsi denga aman bahkan memiliki kandungan yang baik bagi tubuh dibandingkan dengan tempe yang masih baru dan segar. Berikut tiga manfaat tempe semangit:
1. 1. Mengatasi Perut Kembung
Tempe semangit mengandung antioksidan alami yang dapat membantu menetralkan gas berlebih dalam system pencernaan, serta bakteri baik yang terkandung di dalamnya merupakan hasil fermentasi yang membantu menyeimbangkan mikroba di usus sehingga system pencernaan menjadi lebih sehat.
2. 2. Membantu Proses Penyembuhan Luka
Kandungan senyawa antibakteri alami dalam tempe semangit dapat mempercepat penyembuhan luka dan infeksi ringan, Kandungan ini bekerja dengan cara membantu tubuh melawan bakteri jahat sekaligus mempercepat regenerasi sel.
3. 3. Mencegah Perkembangan Sel Kanker
Tak hanya menambah rasa dan aroma yang nikmat pada masakan, ternyata tempe semangit juga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Hal ini karena tempe semangit mengandung vitamin B12, isoflavor, dan antioksidan yang tinggi sehingga mampu melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel serta berperan penting dalam mencegah perkembangan sel kanker. Konsumsi tempe semangit dalam jumlah wajar dapat membantu tubuh tetap sehat dan menjaga system kekebalan tubuh.
Dalam budaya jawa tempe semangit sering dijadikan bahan utama berbagai masakan tradisional seperti sambal tumpang dan sayur lodeh. Namun perlu diperhatikan bahwa tempe semangit tidak selalu aman dikonsumsi, jika sudah melewati masa fermentasi yang terlalu lama hingga muncul jamur hijau atau hitam dan memiliki aroma busuk yang aneh, bisa jadi tempe tersebut terkontaminasi dan berbahaya jika dikonsumsi. Berikut perbedaan tempe semangit dan tempe yang terkontaminasi.
Perbedaa tempe semangit dan tempe yang terkontaminasi:
1. 1. Tempe semangit: berwarna coklat merata, memiliki bau khas fermentasi, inilah tempe yang masih aman dan dapat diolah menjadi berbagai makanan khas daerah khususnya di daerah Jawa, seperti sayur lodeh, sambal tumpang, sambal goreng dll.
2. 2. Tempe Terkontaminasi: memiliki bercak hijau atau hitam, memiliki bau busuk yang aneh, beracun dan tidak boleh dikonsumsi. Jika sudah memiliki ciri-ciri tersebut, tempe wajib dibuang karena dapat membahayakan tubuh kita dan keluarga.
Jadi anggapan bahwa tempe semangit hanyalah makanan basi, kurang tepat karena dibalik aromanya yang khas tersimpan manfaat yang beragam, mulai dari mengatasi perut kembung, membantu penyembuhkan luka, hingga mencegah pertumbuhan sel kanker. Namun jika tempe tersebut sudah muncul jamur hijau, hitam, atau bercak yang tidak biasa, bisa jadi itu adalah jamur liar yang beracun dan berbahaya jika dikonsumsi, selain itu jika ingin mengonsumsi tempe semangit kondumsilsh dalam batas normal serta tidak berlebihan. (mg6/aro)
Editor : H. Arif Riyanto