Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Bukan Cuma Weton, Karakter dan Keberuntungan Seseorang Bisa Dibaca dengan Tarot Wayang!  

Magang Radar Magelang • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:02 WIB
Kartu tarot dengan karakter wayang Nusantara.
Kartu tarot dengan karakter wayang Nusantara.

RADARMAGELANG.ID—Di tengah maraknya tarot ala Barat yang menyisipkan simbol-simbol Eropa, hadir satu lokalisasi tarot yang lebih dekat dengan nilai dan budaya Jawa, yakni tarot wayang.

Karakter-karakter asing seperti The Fool atau The Empress sama sekali tidak terlihat, karena eksistensinya justru digantikan oleh sosok-sosok pewayangan yang sudah akrab di telinga masyarakat, mulai dari karakter Punakawan, Sengkuni, hingga Dewi Supraba. 

Pencipta tarot wayang, Almh. Ani Sekarningsih menganggap bahwa penggambaran karakter manusia melalui tokoh-tokoh pewayangan, baik dari kisah Ramayana, Mahabarata, dan Purwa Carita ini, lebih relevan dengan karakter masyarakat di Nusantara, sekaligus mampu membangun unsur kekhasan tersendiri.

Secara struktur dan pakem pembacaan, tarot wayang tidak jauh berbeda dengan tarot konvensional Rider Waite Smith (RWS) dari Eropa.

Tarot wayang memiliki 78 kartu utama dengan Arcana Mayor diwakili oleh kartu berlatar hitam yang terbagi dalam empat kelompok tokoh pewayangan.

Simbol keberuntungan dalam varian tarot ini digambarkan lewat sosok Semar, yang diserap dari watak spiritual dan kebijaksanaan tokoh tersebut.

Cara membaca tarot wayang harus dipondasi dengan pemahaman terhadap elemen-elemen dasar.

Tanah digambarkan sebagai manifestasi kegigihan, udara sebagai abstraksi logika, air sebagai penggambaran kekuatan akal budi, dan api sebagai ekspresi kebebasan.

Keseluruhan teori tentang tarot wayang lebih lanjut dapat diakses melalui buku “Panduan Tarot Wayang” yang telah disusun secara komprehensif. 

Keistimewaan tarot wayang pun bukan hanya terletak dalam tampilan visual, melainkan kedalaman filosofi di baliknya.

Misalnya tokoh Sengkuni, yang digunakan untuk melambangkan tipu muslihat dan menggambarkan kelicikan, sebuah makna yang diambil langsung dari kisah pewayangan Mahabarata yang sarat pesan kehidupan.

Meski berasal dari akar yang berbeda, tarot wayang dan weton sama-sama mengajarkan pola hidup sekaligus cara untuk memahaminya. Melalui kocokan kartu, maupun hitungan neptu, keduanya saling melengkapi dan membangun nilai kearifan lokal. (mg6/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
kartu tarot tarot wayang weton keberuntungan karakter