RADARMAGELANG.ID—Bagi warga keturunan Jawa, weton kelahiran masih menjadi pertimbangan setiap akan melangkah.
Termasuk saat akan menggelar acara, seperti pernikahan, membangun rumah, bepergian ke luar kota, dan lainnya.
Weton kelahiran juga bisa menunjukkan watak dan karakter yang bersangkutan.
Pada Kamis, 12 Februari 2026 hari ini, dalam kalender Masehi bertepatan dengan pasaran Kliwon.
Menurut penanggalan Jawa, hari ini menandai tanggal 24 Ruwah 1959, Tahun Dal, Windu Sancaya, serta berada dalam Wuku Manahil.
Kombinasi ini membentuk weton Kamis Kliwon, yang memiliki neptu 16 dan dipercaya membawa karakteristik unik bagi pemiliknya.
Pemilik weton Kamis Kliwon dikenal memiliki banyak keinginan dan gemar menuntut ilmu.
Mereka juga memiliki pembawaan yang luwes, sehingga sering dihormati dan disenangi oleh keluarga maupun lingkungan sekitar.
Watak ini membentuk pribadi yang adaptif dan mudah bergaul.
Secara lebih mendalam, weton Kamis Kliwon memiliki pangarasan Lakuning Banyu.
Ini berarti pembawaannya tenang seperti air, selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, serta memiliki intuisi yang tajam dalam menemukan rezeki.
Perencanaan yang matang juga menjadi salah satu keunggulan mereka dalam menjalani hidup.
Adapun pancasuda weton ini adalah Bumi Kapetak, yang melambangkan sifat pekerja keras dan kuat dalam menahan kekecewaan. Individu dengan pancasuda ini juga menyukai kerapian dan kebersihan.
Namun, di balik sifat positif tersebut, terdapat sisi negatif berupa kecenderungan pendendam, dan kebaikan yang mereka lakukan sering kali tidak terlihat oleh orang lain.
Kewaspadaan dan Angkuh
Wuku Manahil, yang menjadi bagian dari penanggalan Kamis Kliwon ini, dilambangkan dengan Bathara Citragotra.
Watak utama dari wuku ini adalah selalu waspada, namun cenderung merasa diri besar. Individu dalam wuku ini pandai bergaul, tetapi juga bisa angkuh dan curiga terhadap orang lain. Intuisi mereka tajam, meski angan-angan seringkali tinggi.
Radarmagelang.id merangkum, wuku Manahil memiliki tekad yang ulet, namun rezekinya cenderung sedikit.
Dalam pergaulan, mereka tidak membeda-bedakan status sosial.
Sementara dalam bekerja, terkadang mereka rajin, namun di lain waktu bisa menjadi malas. Berikut detail karakter berdasarkan Wuku Manahil:
| Aspek | Deskripsi |
| Lambang Dewa | Bathara Citragotra |
| Watak | Waspada, merasa diri besar, pandai bergaul, angkuh, curiga |
| Pohon | Tegaron (ulet tekadnya) |
| Burung | Sepahan (gesit, cekatan, pikiran lembut) |
| Rezeki | Sedikit |
| Pergaulan | Tidak membeda-bedakan status |
| Pekerjaan | Terkadang rajin, terkadang malas |
Pada wuku ini, bahaya yang perlu diwaspadai adalah terkena senjata. Selain itu, kala berada di tenggara.
Oleh karena itu, selama tujuh hari dalam wuku ini, sangat disarankan untuk menghindari bepergian jauh ke arah tenggara, terutama untuk urusan penting.
Secara spesifik, hari Kamis Kliwon yang jatuh dalam Wuku Manahil dianggap sebagai hari yang buruk.
Masyarakat Jawa meyakini bahwa pada hari ini, tidak disarankan untuk melakukan perjalanan jauh karena banyak bahaya yang dapat merintangi. Kewaspadaan ekstra sangat dianjurkan bagi mereka yang lahir pada weton ini. (*)
Editor : H. Arif Riyanto