Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jarang Diketahui, Ini Dia Alasan Mengapa Bioskop Terletak di Lantai Paling Atas Mall

Magang Radar Magelang • Jumat, 14 November 2025 | 01:04 WIB
Menonton film di bioskop memang selalu memberikan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Dengan layar yang besar, suara yang menggelegar, kursi yang nyaman, dan aroma popcorn yang menggoda.
Menonton film di bioskop memang selalu memberikan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Dengan layar yang besar, suara yang menggelegar, kursi yang nyaman, dan aroma popcorn yang menggoda.

RADARMAGELANG.ID – Menonton film di bioskop memang selalu memberikan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Dengan layar yang besar, suara yang menggelegar, kursi yang nyaman, dan aroma popcorn yang menggoda, suasana menonton di bioskop bisa membuat merasa seperti sedang berada di dunia lain.

Tapi, pernahkah kamu perhatikan, saat mengunjungi mall, bioskop biasanya selalu berada di lantai paling atas? Mengapa tidak diletakkan di lantai bawah agar lebih mudah diakses?

Menurut Bambang Eryudhawan, anggota Dewan Arsitek Indonesia (DAI), posisi bioskop yang ada di lantai atas sebenarnya berkaitan erat dengan kebutuhan teknis bangunan bioskop itu sendiri. Bioskop membutuhkan ruang yang luas dan tinggi tanpa adanya sekat atau tiang-tiang besar yang menghalangi pandangan. 

Bayangkan saja, sebuah bioskop harus punya langit-langit yang tinggi, layar besar, dan tempat duduk yang bertingkat ke belakang agar semua penonton bisa melihat layar dengan jelas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ruang yang dibutuhkan cukup luas dan tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 50 meter. 

Kalau diibaratkan seperti pohon, lantai bawah mall adalah batang pohon yang besar dan kokoh. Nah, kalau bioskop dipaksakan di lantai bawah, tiang-tiang penyangga akan menghalangi pandangan penonton dan menyulitkan proses pembangunan.

Selain itu, pembangunan bioskop di lantai bawah juga memerlukan biaya yang lebih tinggi. Ini karena harus menggeser tiang-tiang penyangga dan menyesuaikan struktur lantai agar mampu menampung beban yang cukup besar. 

Lantai atas mall dianggap seperti “puncak pohon” yang mempunyai beban paling ringan. Itulah kenapa area ini sering dipilih sebagai lokasi bioskop, karena bisa menampung ruang tinggi dan besar dengan lebih mudah. Posisi ini memang sangat ideal dari segi struktur bangunan dan efisiensi biaya.

Selain alasan teknis, penempatan bioskop di lantai paling atas juga memiliki keuntungan strategi marketing yang cerdik. Karena lantai atas biasanya jarang terpakai dan lalu lintas pengunjungnya rendah, bioskop yang ada di sana justru mampu menghidupkan bagian mall yang sering sepi. 

Saat pengunjung menuju bioskop di lantai atas, mereka harus melewati berbagai toko dan gerai di lantai bawah terlebih dahulu. Ini jadi kesempatan emas untuk menarik pelanggan mampir berbelanja atau sekadar window shopping sebelum menonton. Jadi, penempatan bioskop di atas bisa meningkatkan kunjungan dan penjualan toko-toko di bawahnya.

Meski begitu, bukan berarti bioskop tidak bisa dibangun di lantai bawah mall. Ada beberapa mall yang memang menempatkan bioskop di lantai bawah, tapi biasanya mereka membuat struktur bioskopnya terpisah dengan layout dua lantai agar ruang dan struktur bangunan tetap memadai tanpa mengganggu tiang penyangga.

Singkatnya, penempatan bioskop di lantai paling atas mall itu bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil pertimbangan matang dari sisi teknis dan pemasaran. 

Dari kebutuhan ruang luas dan tinggi yang minim hambatan, efisiensi biaya pembangunan, sampai strategi menggerakkan arus pengunjung di mall, semuanya dipikirkan agar pengalaman menonton bioskop menjadi yang terbaik sekaligus memberi keuntungan bagi pengelola mall dan pengunjung. (mg7)

Editor : H. Arif Riyanto
#mall #tiang penyangga #fakta menarik #bioskop #Struktur bangunan #popcorn #layar besar