Terkadang ada momen ketika kita sudah siap banget buat keluar rupa, tapi saat kita mau menyalakan motor lupa ke mana naruh kunci motornya? Atau saat kita udah di luar rumah dan sudah mengunci rapat-rapat eh sekarang giliran HPnya yang ketinggalan di kasur. Pasti hampir semua orang pernah mengalami hal yang demikian ini, momen panik karena hal sepele semacam ini.
Sebenarnya, kenapa ya kita bisa keseringan melupakan hal-hal kecil seperti ini? Apa karena otak kita sedang "lemot"? Atau mungkin karena efek dari hidup yan terlalu sibuk? Yuk, kita bahas pelan-pelan.
Bukan Otak Lemah, Hanya Fokus yang Terpecah
Hanya karena lupa menruh barang bukan tanda kamu pelupa, namun sering kali otakmu cuma tidak sempat untuk menyimpan informasi dengan benar. Dalam ilmu psikologi, pembentukan ingatan terbagi dalam tiga proses tahapan, yaitu encording (merekam), storage (menyimpan) dan retrieval (mengingat kembali).
Masalanya biasanya muncul pada tahap pertama, yaitu encording. Saat kamu meletakkan kunci motor sambil memikirkan tugas kuliah, atau mungkin naruh HP sambil membalas chat, tentunya otak tidak benar-benar fokus pada momen itu. Hal ini yang mengakibatkan informasi mengenai di mana kamu menaruh barang tersebut tidak benar-benar terekam sempurna.
Bisa diibaratkan seperti menyimpan file tanpa diberikan nama pada folder, jadi saat mau dicari kembali, kita kebingungan sendiri di mana letak kita menaruhnya.
Hal-Hal Kecil yang Biki Kita Mudah Lupa
Kurang fokus merupakan faktor utamanya, tapi ada juga banyak faktor lain yang membuat kita gampang lupa menaruh barang:
1. Multitasking yang Berlebihan
Saat kita meletakkan barang sambil melakukan banyak hal lain yang bikin otak kewalahan. Dengan semakin banyaknya hal yang terjadi dalam waktu yang bersamaan, semakin sedikit sisa perhatian untuk hal kecil.
2. Stres dan Kelelahan
Ketika otak dipenuhi dengan banyak pikiran, hal-hal besar tentunya yang akan ia prioritaskan. Hal ini menyebabkan detail kecil seperti posisi kunci motor atau dompet jadi tidak termasuk dalam radarnya.
3. Kurang Tidur
Tidur membantu otak dalam merapikan memori. Dengan kebanyakan begadang, justru membuat otak kehilangan kemampuannya untuk menyimpan informasi jangka pendek.
4. Rutinitas yang Terlalu Otomatis
Saat melakukan hak yang sama setiap hari, otak masuk dalam mode autopilot, sehingga ketika kamu menaruh barang tanpa sadar melakukannya, akan berakhir lupa.
5. Lingkungan yang Berantakan
Penuhnya barang di meja membuat otak kesusahan memisahkan mana benda penting, dan mana yang sekadar tumpukan kecil yang tak relevan.
Cara Sederhana untuk Menghindarinya
Kebiasaan lupa dapat dikurangi melalui langkah-langkah kecil seperti berikut ini:
1. Buat Spot Khusus
Tentukanlah satu tempat yang tetapu untuk menaruh barang penting seperti kunci, dompet, dan HP. Misalnya pada mangkuk kecil di meja dekak dari pintu.
2. Latih Mindfulness
Saat meletakkan barang, berhentilah sejenak dan ucapkan dalam hati seperti: "Aku taruh kunci di meja sebelah kanan". Dengan begitu, otak akan lebih mudah dalam merekam lokasinya.
3. Kurangi Multitasking
Fokuslah pada satu hal. Letakkan barang dengan kesadaran penuh yang biasanya cuma butuh tiga detik saja, tapi dengan begitu bisa menyelamatkanmu dari lima belas menit kepanikan.
4. Rapikan Lingkungan
Dengan ruangan yang rapi rapi dan terogansir dapat membantu otak lebih cepat mengenali posisi benda.
5. Tidur yang Cukup
Tiduk bukan hanya mengistirahatkan tubuh, tapi juga waktu bagi otak untuk memperkuat memori.
Fakta Menarik: Absent Mindedness Itu Nyata
Absent mindedness alias pikiran melayang merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan fenomena sering lupa menaruh barang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering multitasking lebih rentan melupakan hal-hal kecil dibandingkan dengan mereka yang fokus dalam hal satu per satu. Sebaliknya, orang yang rutin berlatih mindfulness, seperti dengan meditasi atau pernapasan singkat cenderung lebih jarang mengalami hal ini.
Kesimpulannya: Lupa Bukan Sepenuhnya Salahmu
Keseringan lupa bukan berarti kamu pelupa, tapi karena otakmu mungkin terlalu banyak bekerja. Sibuknya pikiran dan lelahnya tubuh membuat perhatianmu terpecah. Jadi sewaktu kunci tiba-tiba menghilang, mungkin hal ini menandakan otakmu sedang membutuhkan istirahat.
Tarik napas dalam secara perlahan, tenangkan diri, dan pikirkan ulang: tadi aku menaruhnya di mana, ya?
Mungkin jawabannya bukan di samping bantal, tetapi di antara pikiran-pikiran kecil yang belum sempat berisitirahat dengan tenang. (mg8)
Editor : H. Arif Riyanto