RADARMAGELANG.ID - Pernahkah kalian membayangkan ada hewan berwajah imut seperti karakter anime?
Itulah axolotl, salah satu hewan endemik asal meksiko yang disebut Mexican Walking Fish.
Julukan ini muncul karena meskipun hidup di air, axolotl memiliki empat kaki yang bisa digunakan untuk berjalan di dasar perairan.
Axolotl (Ambystoma Mexicanium) adalah jenis amfibi yang berasal dari Danau Xochimilco di Meksiko. Hewan ini memiliki insang luar yang menjuntai seperti mahkota di sisi kepala serta ekspresi wajah yang seolah selalu tersenyum membuatnya sering disebut sebagai salah satu hewan paling imut di dunia.
Berbeda dengan amfibi pada umumnya, axolotl tidak mengalami metamorfosis sempurna. Sepanjang hidupnnya, hewan ini tetap hidup di air dan mempertahankan insang eksternalnya.
Salah satu keunikan dari axolotl adalah kemampuannya menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang. Tidak hanya kaki atau ekor, organ vital seperti jantung bahkan bagian otak juga dapat beregenerasi dengan sempurna tanpa meninggalkan bekal luka. Lebih menakjubkan lagi, axolotl juga mampu membentuk kembali sel saraf sepanjang hidupnya.
Proses regenerasi ini sangat cepat, khususnya pada axolotl muda. Mereka hanya memerlukan waktu sekitar 40 hari untuk menumbuhkan bagian tubuhnya yang hilang. Sebaliknya, semakin tua usianya, semakin lambat pula proses penyembuhannya berlangsung.
Ilmuwan menemukan bahwa axolotl memiliki zat yang dapat menekan pertumbuhan kanker. Zat ini terkandung dalam sel telur axolotl atau disebut dengan oosit. Para peneliti di Universitas Nottingham berhasil mengaktifkan gen yang dapat menekan tumor menggunakan ekstrak oosit axolotl.
Penemuan ini membuka peluang besar untuk mengembangkan obat-obatan dan terapi untuk melawan kanker dan membantu proses regenerasi pada manusia.
Dengan kemampuan regenerasinya, axolotl menjadi subjek penting dalam penelitian penyembuhan luka dan rekayasa jaringan. Hewan ini dianggap sebagai simbol harapan untuk masa depan dunia medis.
Meskipun memiliki potensi yang luar biasa, axolotl justru memiliki sifat yang pasif dan tenang. Hewan ini jarang bergerak, sehingga banyak yang menjadikannnya sebagai hewan peliharaan eksotis.
Untuk menjaga kesehatannya, air rendaman daun ketapang kerap digunakan untuk perawatan karena efektif melawan infeksi kulit, bakteri, hingga parasit. Cara ini sudah banyak digunakan para pembudidaya untuk merawat axolotl agar tetap sehat.
Namun, populasi axolotl di alam liar sekarang semakin sedikit. Habitat aslinya di Danau Xochimilco menyempit akibat perubahan ekosistem, pencemaran air, dan masuknya spesies asing. Hal ini menyebabkan jumlah axolotl di alam liar terus menurun, dan sekarang lebih banyak ditemukan di laboratorium atau menjadi hewan peliharaan.
Untungnya, axolotl sudah dibudidayakan di Indonesia, salah satunya di Kota Batu, Jawa Timur. Berbagai jenis axolotl, seperti Golden, Tiger, hingga Melanoid, bisa ditemukan di sana.
Hasil budidaya ini tidak hanya untuk pasar dalam negeri, tetapi juga menargetkan pasar ekspor. Hal ini bertujuan untuk mendukung penelitian medis yang memanfaatkan potensi luar biasa axolotl. (mg10)
Editor : H. Arif Riyanto