RADARMAGELANG.ID - Di Indonesia, fenomena kesurupan adalah kejadian yang lazim ditemukan, khususnya di lingkungan seperti sekolah, pondok pesantren, atau tempat kerja.
Banyak orang meyakini bahwa kesurupan disebabkan oleh hal gaib seperti roh atau hantu. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan medis mengenai kesurupan?
Kesurupan Menurut Medis
Secara medis, kesurupan dikenal sebagai possession trance disorder. Kondisi ini termasuk dalam kategori gangguan disosiatif.
Yakni gangguan mental yang ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh kendali seseorang atas pikiran, ingatan, identitas diri, hingga kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya.
Hal ini sejalan dengan pandangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menganggap possession trance disorder sebagai kondisi di mana seseorang mengalami kehilangan identitas pribadi dan kesadaran akan lingkungannya untuk sementara waktu.
Gejala yang Muncul
Seseorang yang menderita poswsession trance disorder biasanya menunjukkan berbagai gejala, seperti hilangnya kendali atas tindakan, kesadaran, dan ingatan.
Penderita juga sering kehilangan identitas pribadi dan menjadi sulit untuk berkonsentrasi atau membedakan antara kenyataan dan imajinasi.
Selain itu, terdapat pula gejala yang lebih spesifik, seperti perubahan nada suara dan perilaku, serta keyakinan bahwa penampilan fisiknya telah berubah.
Dalam fase ini, penderita seringkali berperilaku seperti orang lain, berbicara dengan suara berbeda, atau bahkan memperlihatkan kekuatan fisik yang tidak lazim.
Apa yang Terjadi di Otak?
Secara medis, kesurupan berkaitan dengan perubahan gelombang otak.
Normalnya, manusia menggunakan gelombang alfa dan beta. Saat trance, otak bergeser ke gelombang teta, yang menyebabkan kontrol diri melemah dan memori dari alam bawah sadar keluar begitu saja.
Selain itu, kesurupan juga ditandai dengan peningkatan kadar dopmain yang sangat signifikan di otak.
Lonjakan dopmain ini menjelaskan mengapa seseorang yang mengalami trance bisa melakukan hal-hal ekstrem atau tidak merasakan sakit, bahkan saat ia melukai dirinya sendiri. Kondisi ini serupa dengan mekanisme hopnosis.
Faktor yang Berpotensi Menjadi Penyebab Prossession Trance Disorder
Meskipun penyebab pasti prossession trance disorder belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang diyakini berperan, antara lain:
- Faktor Genetik: Adanya Riwayat keluarga dengan kondisi serupa
- Faktor Lingkungan dan Budaya: Kepercayaan sosial dan tradisi yang kuat dalam suatu komunitas dapat mempengaruhi cara seseorang mengekspresikan stres atau tekanan mental
- Stres Psikososial: Tekanan hidup yang berat, seperti konflik pribadi atau kehilangan orang yang dicintai, sering menjadi pemicu
- Pengalaman Traumatis: Peristiwa buruk di masa lalu, seperti kekerasan, dapat meninggalkan jejak psikologis yang berkontribusi pada kondisi ini
- Histeria Kelompok: Situasi di mana emosi dan tekanan mental menyebar dengan cepat di antara sekelompok orang, sering terjadi di lingkungan yang memiliki keyakinan bersama.
Baca Juga: Teror Van Putih: Misteri Kelam The Toolbox Killers 1979
Kenapa Bisa Terjadi Kesurupan Massal?
Fenomena kesurupan massal sering dipicu oleh mekanisme mirroring, yaitu kecenderungan otak manusia meniru respons orang lain.
Saat melihat satu prang kesurupan, orang lain yang cemas atau tegang bisa ikut terbawa suasana, mirip seperti refleks ikut menguap ketika melihat orang lain menguap.
Meskipun masih sering dianggap sebagai hal mistis, kesurupan sebenarnya bisa dijelaskan secara medis.
Kondisi ini bukan penyakit gaib, melainkan bagian dari gangguan mental yang bisa dipulihkan. Jika seseorang sering mengalami gejala mirip kesurupan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater agar bisa ditangani secara tepat. (mg10/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo